Nasional

BNPB Pastikan Tidak Ada Tsunami Akibat Letusan Gunung Semeru: Jaraknya Jauh dari Laut

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Selasa 06 Des 2022, 10:10 WIB
Letusan Gunung Semeru yang terjadi Minggu,4 Desember 2022 dipastikan oleh BNPB bahwa tidak akan menimbulkan tsunami.

AYOJAKARTA.COM – Letusan Gunung Semeru yang terjadi Minggu,4 Desember 2022 dipastikan oleh BNPB bahwa tidak akan menimbulkan tsunami.

Kepastian yang disampaikan pihak BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) merupakan jawaban dari kabar yang ramai beredar jika letusan Gunung Semeru akan sebabkan tsunami.

Bahkan tsunami yang disebabkan luncuran Awan Panas Guguran (APG) letusan gunung Semeru tersebut dikabarkan sampai hingga ke negara Jepang.

Baca Juga: Benarkah Erupsi Gunung Semeru Bisa Sebabkan Tsunami Sampai ke Jepang? Simak Nih Penjelasan BNPB!

BNPB pun merilis pernyataan atas kabar yang beredar tersebut pada laman resminya pada Senin, 5 Desember 2022.

“Ada beberapa alasan kenapa berita tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan, antara lain, Gunung Semeru merupakan gunung api darat dengan jarak cukup jauh dari laut sehingga potensi letusan / pyroclastic / partial collapse tidak sampai ke laut dan tidak bisa membangkitkan tsunami,” tulis BNPB, dikutip AyoJakarta.com dari laman resminya, Selasa, 6 Desember 2022.

Menurut BNPB posisi Gunung Semeru yang berada pada posisi Selatan Jawa jika terjadi longsoran di Pantai Selatan akibat adanya aktivitas vulkanik, kecil kemungkinannya akan menyebabkan tsunami.

Pasalnya jarak yang jauh tersebut tidak mungkin menyebabkan tsunami bahkan mampu menjangkau hingga ke negara Jepang, hal itu juga karena pasti akan terhalang oleh gugusan pulau-pulau di Indonesia.

Baca Juga: Awan Panas Gunung Semeru Memang Mereda, Namun Warga Diminta Waspada Potensi Banjir Lahar!

“Berdasarkan analisa tersebut, kabar yang beredar tentang letusan Gunung Semeru akan menyebabkan tsunami hingga ke negara Jepang, dapat dipastikan tidak tepat,” tulis BNPB menepis kabar yang beredar.

BNPB menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan terpengaruh oleh isu yang beredar dan tidak bisa di pertanggung jawabkan.

Informasi terkini akibat dampak bencana dapat diakses masyarakat melalui lembaga resmi seperti BNPB, BMKG, PVMBG, BPBD dan lembaga-lembaga yang dimandatkan oleh pemerintah.

Sebelumnya diberitakan jika Gunung Semeru telah mengalami erupsi pada Minggu, 4 Desember 2022 lalu.

Baca Juga: BNPB Pastikan Erupsi Gunung Semeru Tak Akan Sebabkan Tsunami, Ini Alasannya

Bahkan erupsi tersebut sama persis dengan kejadian tepat di satu yang lalu yaitu 4 Desember 2021.

Hingga kini informasi yang didapat terdapat 2.219 jiwa sudah diungsikan ke 11 titik pengungsian.

Abu vulkanik sudah berhasil menutup sebagian wilayah di daerah dekat gunung Semeru.

Aktivitas warga pun dihentikan hingga radius 13 km di sekitar Besuk Kobokan, karena guguran awan panas sudah mengalir hingga jarak 17 km dari puncak.

Baca Juga: Update! Kembali Erupsi Hari Ini, 5 Desember 2022, PVMBG Kementerian ESDM Beri Himbauan Aktivitas Gunung Semeru

Masyarakat pun terus dihimbau untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana