News

Gempa Cianjur, Kemensos Distribusikan 25 Kursi Roda, Beri Perhatian Penyandang Disabilitas dan Lansia

Oleh: Imam Safangat Senin 05 Des 2022, 08:22 WIB
Gempa Cianjur, Kemensos Distribusikan 25 Kursi Roda, Beri Perhatian Penyandang Disabilitas dan Lansia

AYOJAKARTA.COMKemensos mendistribusikan kursi roda bagi korban gempa Cianjur. Hal itu dilakukan untuk mendukung layanan kepada penyandang disabilitas dan lansia.

Perhatian anggota Kemensos ini di khususkan kepada kelompok yang rentan menangkap gempa yang melanda Cianjur beberapa waktu yang lalu.

Dikutip ayojakarta.com dari laman kemensos.go.id sampai hari ke tujuh pasca gempa, Kemensos telah mendistribusikan alat bantu berupa kursi roda sebanyak 25 unit, tripod sebanyak 6 buah dan kruk sebanyak 1 buah.

Baca Juga: Ada 1 Juta Pekerja Belum Ambil Dana BSU 2022, Segera Ambil Deh Paling Lambat 20 Desember di Kantor Pos

Yang diserahkan kepada penerima manfaat sesuai dengan hasil asesmen yang dilakukan oleh petugas.

“Mereka mendapatkan layanan-layanan rehabilitasi sosial terutama untuk pelayanan dukungan psikososial dan juga mendukung layanan-layanan untuk para penyandang disabilitas dan lansia.

Termasuk juga untuk anak-anak yang membutuhkan layanan-layanan khusus, misalnya banit alat bantu,” kata kepala senti kepala Senditra kata Kepala Sentitra Cianjur pada 26 November 2022.

Alat bantu tersebut didistribusikan oleh Sentra Terpadu Kartini Temanggung berupa kursi roda 10 unit dan tripod 6 buah.

Baca Juga: Waduh, Ferdy Sambo Dijenguk Istri Kedua dan Ketiga?

Sentra Terpadu Soeharso Solo berupa kursi roda 10 unit, Sentra Phala Martha Sukabumi berupa kursi roda 1 unit dan dari Sentra Satria Baturaden kursi roda 4 unit dan kruk 1 kursi.

Kusmana menceritakan saat terjadi gempa, dirinya sedang minum ternyata ada getaran, ketika ada getaran saya langsung istighfar bacain laa ilaha illallah, ia tinggal bersama orangtuanya yang sudah lanjut usia (lansia) tegas Kusmana yang saat ini berumur 38 tahun.

Sedangkan ayahnya Furkon mengalami stroke sehingga mengalami kesulitan untuk beraktivitas.

Dan ibunya Eti mengalami kebutaan sejak lima tahun yang lalu akibat penyakit gula.

“Aduh panik juga saya, ibu kan nggak bisa lihat (tunanetra) bapak lagi sakit batuk-batuk waktu kesini bapak juga langsung panas,” ujar Furkon saat ditemui di tenda pengungsian lapangan Jagakarsa Cianjur, pada 27 November 2022.

Baca Juga: Menganalisis Sesar Baribis, Patahan Aktif di Selatan Jakarta yang Berpotensi Mengakibatkan Bencana Gempa Bumi

Saat itu Furkon yang menempati salah satu tenda keluarga di pengungsian mendapatkan bantuan kursi roda dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung guna mempermudah mobilitas orangtuanya.

“Bantuan fasilitas kursi roda sudah dapat, untuk bapak ke wc, Alhamdulillah terbantu,” tutur Furkon sambil menunjukan kondisi orang tuanya yang terbaring di velbed.

Saya juga memuji pelayanan dari Kemensos kepada para penyintas.” Alhamdulillah Bu Menteri saya berterima kasih dengan bantuannya semuanya baik-baik dan jamuannya gitu alhamdulillah.

Kalau saya tetap disini sama ibu saya dengan kesehatannya dengan obat-obatannya dengan pelayanan nya alhamdulillah baik,” pungkasnya.***

Reporter Imam Safangat
Editor Vincensia Enggar Larasati