AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi Cianjur dengan magnitudo 5,6 yang terjadi pada tanggal 21 November 2022 silam.
Masih menyisakan duka atas meninggalnya ratusan nyawa serta ratusan infrastruktur yang mengalami kehancuran akibat gempa bumi.
Rasa takut dan khawatir terhadap dampak kerusakan dari adanya gempa bumi-pun jelas menjadi sesuatu yang sangat mengerikan.
Baca Juga: Ternyata Ini Kali Pertama Gempa Berpusat di Tasikmalaya, Aktivitas Sesar Belum Terpetakan!
Terlebih ketika informasi dan pengetahuan masyarakat tentang adanya patahan atau sesar aktif yang menjadi potensi gempa bumi mengalami peningkatan.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Scientific Reports-Nature, disebutkan bahwa Jakarta terancam gempa.
Penyebabnya ialah Sesar Baribis, jalur patahan aktif yang terletak di selatan Jakarta dan membentang di wilayah pulau Jawa sepanjang 100 KM dengan beberapa segmen.
Baca Juga: Sesar Baribis Pernah Sebabkan Gempa 8 Magnitudo, Diprediksi Bisa Terulang dan Mengancam Jakarta
Segmen di sebelah timur jalur sesar Baribis ini disebut segmen Bekasi sampai dengan Purwakarta.
Sedangkan jalur yang melintas di wilayah selatan Jakarta disebut dengan segmen Jakarta, daerah yang berada di atas patahan inilah yang rawan terdampak bencana gempa.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG juga membenarkan tentang potensi gempa akibat sesar aktif ini.
Berdasarkan catatan BMKG, aktivitas gempa kerak dangkal akibat sesar aktif yang berkekuatan kecil tetap dapat memicu kerusakan.
Pada akhir Juni 2022, sempat terdengar kabar bahwa daerah yang dilalui oleh sesar Baribis ini terindikasi melewati Cipayung, Ciracas, Pasar Rebo, hingga Jagakarsa.
Menanggapi hal tersebut, Daryono selaku Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG memberi penjelasan.
Menurut Daryono, dua peneliti geologi bernama Barber dan Simanjuntak pada 1996 pernah menerbitkan publikasi ilmiah berupa peta jalur gempa.
Dalam publikasi tersebut dikatakan bahwa ada mekanisme sesar naik yang berarah dari Purwakarta sampai dengan Serang.
Terkait hasil publikasi tersebut, BMKG melakukan monitoring terhadap segala kemungkinan aktivitas geologis dari peta gempa yang dibuat Barber dan Simanjuntak.
Ketika terjadi gempa Bekasi pada tanggal 10 Desember 2019 dengan kekuatan 3,2 yang berpusat di Cibarusa.
Dan gempa bumi pada tanggal 4 Januari 2021, kembali terjadi gempa dengan kekuatan 2,4 di wilayah Jonggol.
“Secara geofisika sesar Baribis ini terbukti aktif, tetapi seperti apa rincian jalur sesar yang dimaksud; masih harus menunggu hasil kajian,” jelas Daryono.
Terkait kekhawatiran warga Jakarta akan sesar Baribis, Michael Sitanggang selaku Kasatpel Datin BPBD DKI Jakarta memberikan pesan.
“Masyarakat hendaknya memonitor informasi dari sumber yang benar, mengingat sesar Baribis masih dalam tahap pengkajian dan penelitian,” ujarnya.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube DAAI Magazine pada Senin, 5 Desember 2022. ***

Share this article
Penjelasan mengenai Sesar Baribis yang berpotensi akibatkan gempa bumi, ternyata merupakan patahan aktif di selatan Jakarta.