AYOJAKARTA.COM – Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Indonesia beberapa pekan yang lalu.
Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 5,6 magnitudo tersebut terjadi di wilayah Cianjur Jawa Barat.
Diinformasikan oleh BMKG jika gempa tektonik yang terjadi di wilayah Cianjur, Jawa Barat tersebut akibat sesar Cimandiri.
Baca Juga: Menarik! Pemerintah Akan Bayar Pengguna Sepeda Dihitung Per Kilometer Jarak Tempuh
Sesar Cimandiri adalah sebuah patahan geser aktif yang terletak membentang sepanjang 100 kilometer.
Lokasi muara dari sesar Cimandiri berada di Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi yang mengarah ke Timur Laut melalui Kabupaten Bandung, Cianjur, Bandung Barat dan Subang.
Namun informasi terbaru mengatakan jika ternyata terdapat sesar lain selain Cimandiri yakni sesar Baribis.
Masyarakat lantas khawatir setelah adanya gempa di wilayah Cianjur yang diakibatkan oleh sesar Cimandiri tersebut.
Khususnya masyarakat di daerah Jakarta dan juga Bogor yang juga ikut merasakan saat terjadinya gempa di Cianjur tersebut.
Kekhawatiran masyarakat tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya guru besar Fakultas Pertambangan dan Perminyakan ITB yakni Sri Widiyantoro bersama dengan teamnya pernah menuliskan hasil penelitian ilmiah terkait gempa besar yang diprediksi akan terjadi di Jakarta dan Bogor.
Kemudian hasil penelitian tersebut diunggah oleh Youtube Channel Harian Kompas pada (25/11/22).
Hasil dalam penelitian tersebut mengatakan jika sesar Baribis aktif berpotensi menyimpan bencana besar yang diprediksi akan melanda DKI Jakarta.
Baca Juga: Kabar Gembira! KJP Plus Tahap 2 Tahun 2022 Bulan Desember Sudah Cair, Cek Infonya di Sini!
Menurut informasi, sesar Baribis yang menyimpan potensi bencana besar tersebut merupakan jalur patahan dan berada 25 kilometer di selatan Jakarta.
Untuk kondisi sesar Baribis tersebut masih dalam keadaan terkunci , namun jika energi peregangan terakumulasi akan berpotensi terlepas dan dapat menimbulkan gempa yang sangat besar.
Gempa besar tersebut diinformasikan juga pernah terjadi beberapa ratus tahun yang lalu.
Bahkan news.abs-cbn.com pada November lalu juga menuliskan perihal gempa megathrust yang kemungkinan akan terjadinya di Pulau Jawa dan Sumatera tersebut.
Baca Juga: Pro Kontra Adanya 'Tenda Sakinah' untuk Kebutuhan Pasangan Suami Istri di Pengungsian Gempa Cianjur
Disebutkan juga begitu besarnya gempa megathrust tersebut sampai menyebabkan tsunami yang tingginya mencapai 34 meter dan melebihi tsunami Aceh.
Prediksi kemungkinan terjadinya gempa megathrust berkekuatan 8,9 skala ritcher tersebut dikarenakan Indonesia berada di titik pertemuan antara Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia.
Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh jurnal Natural Hazards, juga menginformasikan jika para peneliti menemukan aktivitas seismik tinggi di selatan Provinsi Jawa Barat dan juga bagian tenggara Pulau Sumatera yang kemungkinan terjadi gempa megathrust tersebut. ***