AYOJAKARTA.COM - Kuat Maruf disebut sedang berada dalam emosi ketika Richard Eliezer pulang ke kediaman di Magelang setelah ditelepon oleh Putri Candrawathi.
Dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J, Richard Eliezer atau Bharada E mendapat kesempatan untuk memberikan keterangan sebagai saksi dari terdakwa lainnya.
Ia bercerita tentang kejadian di Magelang yang masih menjadi tanda tanya hingga saat ini, diduga menjadi kunci kebenaran kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.
Baca Juga: Nonton Siaran Langsung Tunisia vs Prancis Piala Dunia 2022 Qatar Gratis di Sini, Kick Off Jam 22.00
Richard mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi antara Kuat Ma’ruf dengan Brigadir J di kediaman Magelang.
Bharada E bercerita ketika dirinya sedang berada di luar bersama dengan Ricky Rizal, lalu ditelpon oleh Putri Candrawathi untuk segera pulang.
Sesampainya di kediaman, Bharada E mendapati kondisi rumah yang sedang tidak kondusif pada saat itu.
Penasaran dengan apa yang terjadi, ia kemudian mencoba bertanya kepada Kuat Ma’ruf untuk mendapatkan jawaban.
Baca Juga: Status WA Susi ART Ferdy Sambo Membuat Bharada E Bertanya-tanya: Manusia Ini Kenapa?
Sayangnya, disebutkan bahwa pada saat itu Kuat Ma’ruf sedang berada dalam emosi yang membuatnya tidak ingin menjelaskan apapun kepada Richard.
“Saya nanya ke Om Kuat. Om, ada masalah apa. Tapi Om Kuat kaya orang lagi emosi,” kata Bharada E.
Kuat Maruf bahkan sempat mengatakan kepada Bharada E bahwa masalah ini tidak perlu untuk diketahui olehnya.
Setelah mengatakan hal tersebut, Kuat Maruf kemudian mengajak Bharada E menuju ke lantai bawah.
“Barulah saat itu saja diajak (Kuat Maruf) ke bawah.Turunlah kami berdua,” ucap Bharada E.
“Karena pada saat itu dia masih emosi, saya ajak dia ke samping, ke depan TV,” tambahnya.
Richard Eliezer kemudian bercerita bahwa dirinya berusaha untuk membuat Kuat Maruf tenang pada saat itu.
“Saya kasih dia air minum, saya bukain air minumnya. Saya kasih rokok, saya pasangin rokoknya,” tuturnya.
Baca Juga: 6 Fakta Pembunuhan Keluarga dengan Racun Sianida di Magelang, Sungguh Menyayat Hati!
“Setelah beberapa menit dia merokok, barulah saya nanya ‘sudah tenang om?’,” tambah Bharada E.
“Saya mencoba menenangkan, saya nanya ada masalah apa,” tambahnya sekali lagi.
Sama seperti dengan yang sebelumnya, Kuat Maruf kembali mengatakan bahwa Bharada E tidak perlu mengetahui hal tersebut.
Di sisi lain, setelah beberapa lama datang Brigadir J dan masuk ke rumah di kediaman Magelang.
Melihat hal tersebut, Bharada E kemudian bertanya tentang apa yang terjadi di rumah antara Kuat Ma’ruf, Putri, termasuk dirinya.
Sayangnya, Brigadir J juga memberikan jawaban yang tidak memuaskan kepada Bharada E.
Baca Juga: Deal! UMK Kota Bekasi Dipastikan Capai Rp5,1 Juta
“Gak tau, gak tau tu Kuat marah-marah,” jawab Brigadir J.
Kesal dengan hal tersebut, Bharada E kemudian mengatakan bahwa dirinya tidak ingin dilibatkan dalam masalah tersebut.
“Saya tanya Kuat, saya ngga boleh tau. Saya nanya abang juga ngga boleh tau,” ucap Bharada E kepada Brigadir J pada saat itu.
“Yaudah, kalo ada apa-apa jangan libatkan saya,” tambahnya.
Setelah bicara dengan Brigadir J, Bharada E kemudian kembali menemui Kuat Ma’ruf yang sedang merokok.
Namun, Kuat Ma’ruf kemudian pergi menuju pos satpam setelah sekitar pukul 11 malam.
“Sudah agak malam, keluarlah dia ke pos security,” ucap Bharada E.