6 Fakta Pembunuhan Keluarga dengan Racun Sianida di Magelang, Sungguh Menyayat Hati!

Ilustrasi, fakta mulai terungkap dalan kejadian pembunuhan satu keluarga menggunakan racun sianida yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.
Ilustrasi, fakta mulai terungkap dalan kejadian pembunuhan satu keluarga menggunakan racun sianida yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

AYOJAKARTA.COM – Beberapa fakta terungkap dari kasus pembunuhan satu keluarga menggunakan racun sianida di Magelang, Jawa Tengah.

Sebelumnya, sebuah kasus menjadi viral di media sosial, yaitu tentang tewasnya satu keluarga di Magelang, Jawa Tengah akibat minuman yang mengandung racun sianida.

Adapun korban-korban yang tewas dalam insiden tersebut adalah Abas Ashar (58) dan istri Heri Riyani (54) serta anak pertamanya Dea Khairunisa (25) yang meninggal pada hari Senin, 28 November 2022.

Baca Juga: Satu Keluarga di Magelang Tewas Diracun, Pihak Keluarga Sebut Karena Uang dan Sering Lakukan Ini ke Orang Tua!

Dari informasi yang beredar, kemudian ditemukan beberapa fakta mengenai kejadian pembunuhan berencana yang dilakukan terhadap satu keluarga menggunakan racun tersebut.

Lalu, apa saja fakta yang terungkap? Dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com, berikut ini adalah beberapa di antaranya.

1. Tetangga Korban Merasa Tak Ada Keributan

Fakta pertama dari kejadian pembunuhan ini adalah pengakuan tetangga yang merasa bahwa tidak pernah ada keributan dalam keluarga tersebut.

Keluarga korban diketahui merupakan sosok yang baik, ramah, dan sopan menurut pengakuan tetangganya.

Penemuan mayat tersebut sempat membuat tetangga tak habis pikir, mengingat di dalam keluarga tersebut jarang atau bahkan tidak pernah terdengar terjadinya keributan.

Baca Juga: Fakta di Balik Tewasnya Satu Keluarga di Magelang karena Diracun, Pelaku Ternyata Orang Terdekat Korban!

2. Anak Kedua sebagai Pelaku

Paling mengejutkan, pelaku dari kejadian pembunuhan ini ternyata adalah salah satu anggota dari keluarga tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan terduga pelaku merupakan anak kedua dari keluarga korban, yakni Deo Daffa Syahdilla atau DDS (22).

Hal ini terungkap berdasarkan dari pengakuan pelaku sendiri, yang menyatakan bahwa dirinya meracuni keluarganya dengan cairan terlarang yang dibeli secara daring.

Pada awalnya, DDS diketahui berstatus sebagai saksi dalam kejadian pembunuhan tersebut, hingga ia mengakui atas perbuatannya sendiri.

DDS diketahui membunuh keluarganya dengan memasukan racun ke minuman teh hangat dan es kopi yang kemudian dikonsumsi keluarganya.

Baca Juga: Kasus Kopi Jessica Kembali Terulang, Terungkap Inilah Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Magelang

3. Diduga Dibunuh dengan Arsenik atau Sianida

Polisi membuat dugaan bahwa satu keluarga tersebut dibunuh dengan menggunakan racun arsenik atau sianida.

Dugaan ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan forensik yang menemukan bahwa ada tanda-tanda kerusakan organ dalam dari para korban.

Bahkan, disebutkan bahwa kadar racun yang masuk ke dalam tubuh korban sangatlah tinggi dan sangat mematikan.

"Tenggorokan, lambung, usus, hati, jantung, paru-paru, dan otak. Merah seperti terbakar. Karena prosesnya cepat memasuki pembuluh darah sehingga mematikan. Kadarnya sangat tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Satu Keluarga Di Magelang Ditemukan Tewas, Diduga Diracun Melalui Minuman

4. Kesedihan Saudara Korban

Kakak ipar Abas, Agus Kustiardo mengatakan bahwa insiden ini membuat hatinya menjadi hancur.

Apalagi dengan fakta yang mengatakan bahwa pembunuh dari satu keluarga tersebut adalah anak kedua dari almarhum, yaitu keponakannya sendiri.

Awalnya, Agus mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui DDS ikut dibawa ke kantor polisi usai olah TKP.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa pihak keluarga sudah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Polresta Magelang dan berharap proses hukum bisa berjalan sesuai undang-undang.

5. Alasan Membunuh

Keterangan dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa alasan tersangka membunuh keluarganya sendiri adalah karena sakit hati.

DDS mengaku kepada penyidik bahwa dirinya kesal karena harus menanggung kebutuhan keluarga yang cukup besar.

Apalagi ayahnya diketahui sudah pensiun, sementara kakaknya disebut tidak mendapat beban yang sama seperti dirinya.

Hal itu yang kemudian membuat DDS sampai tega menghabisi nyawa keluarganya sendiri.

"Sakit hati karena orang tua terduga pelaku, 2 bulan yang lalu baru saja pensiun. Kebutuhan untuk rumah tangga cukup tinggi karena orang tua terduga pelaku kebetulan memiliki penyakit sehingga untuk biaya pengobatan," kata Plt Kapolresta Magelang, AKPB Mochammad Sajarod Zakun, Selasa, 29 November 2022.

Baca Juga: Soal Pelecehan Seksual Putri Candrwathi di Magelang, Ricky Rizal Sebut Tidak Tahu!

6. Sempat Melakukan Percobaan Lain

Sebelum berhasil membunuh para korban, dietahui bahwa DDS sempat memberikan racun kepada orang tua dan kakaknya pada 23 November 2022 melalui minuman es dawet.

Namun, percobaan pembunuhan tersebut gagal akibat dosis arsenik atau sianida yang diberikan terlalu rendah.

Hingga akhirnya pada hari Senin, 28 November 2022, DDS mencampur 2 sendok teh arsenik ke minuman yang biasa disajikan oleh ibunya.

Itulah beberapa fakta yang terungkap dalan kejadian pembunuhan satu keluarga menggunakan racun sianida yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# satu keluarga tewas
# satu keluarga tewas
# sianida
# Magelang

News Update

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.