News

100 Personil Tim SAR Gabungan Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa Cianjur, Kini Totoal 321 Orang Meninggal

Oleh: Arif Rakhmat Prakoso Senin 28 Nov 2022, 13:41 WIB
100 Personil Tim SAR Gabungan Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa Cianjur, Kini Totoal 321 Orang Meninggal

AYOJAKARTA.COM - Sampai hari ke delapan pencarian korban akibat gempa Cianjur pada Senin (28/11/2022) total ada 321 orang meninggal dunia. 

Pada proses evakuasi di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Tim SAR gabungan mengerahkan sekitar 100 personil untuk membantu pencarian korban yang belum ditemukan.

Tim SAR gabungan juga menambah jumlah alat berat atau excavator dari Kementerian PUPR untuk sektor di titik atas.

Baca Juga: Istimewa! Sumbang Rp 500 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Rizky Billar dan Lesti Kejora Tidak Terekspos Media

Dimana sebelumnya ada dua alat berat kini total bertambah menjadi empat.

Pihak Tim SAR gabungan terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban bencana gempa Cianjur yang belum ditemukan.

Desa Cijedil merupakan salah satu desa yang terdampak akibat gempa Cianjur pada 21 November 2022.

Baca Juga: Gempa Megathrust hingga Tsunami 34 Meter Diprediksi Akan Hampiri Pulau Jawa dan Sumatera Jika Hal Ini Terjadi

Dilansir AyoJakarta.com dari Youtube Kompas TV, pasca gempa Cianjur, terjadi longsor yang mengakibatkan beberapa titik di desa Cijedil terkena dampaknya.

Supriono, salah satu dari Tim Gabungan dan SAR menjelaskan, secara SOP pelaksanaan operasi SAR selama 7 hari, dan SMC (SAR MISSION COORDINATOR) sudah lapor ke Kepala Basarnas.

Kemudian, Kepala Basarnas telah setujui pelaksanaan operasi SAR ditambah untuk tiga hari kedepan, dari tanggal 28 November hingga 30 November 2022.

Baca Juga: Viral! Video Pencopotan Label Gereja di Tenda Bantuan Gempa Cianjur, Polisi Periksa Ormas yang Bersangkutan

Supriono menambahkan bahwa hari ini akan ada tiga sektor atau titik yang akan dilakukan evakuasi di desa tersebut.

Tim SAR gabungan memiliki target untuk mengevakuasi 9 korban yang belum ditemukan.

"Secara SOP kami melaksanakan operasi SAR selama tujuh hari dan SMC (SAR MISSION COORDINATOR) sudah lapor ke Kepala Basarnas, bahwasanya disetujui pelaksanaan operasi SAR ditambah tiga hari kedepan".

"Khususnya di Cijedil kami mempunyai target sembilan korban", tambahnya.

Sementara itu, pada pukul 10.11 WIB, Tim SAR gabungan melalui SAR Mission Coordinator dan juga Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril, mengonfirmasi adanya penemuan dua jenazah di RT 03 desa Cijedil.

Baca Juga: Sesar Cimandiri-Baribis dan Gempa Bumi Megathrust 8,9 SR Jadikan Jakarta Dalam Bahaya? Ini Penjelasannya

Jenazah pertama diidentifikasi berjenis kelamin laki-laki memakai jaket kulit berwarna hitam dan mengenakan celana jeans.

Jenazah kedua berjenis kelamin perempuan memakai celana olahraga berwarna hitam dan baju ungu.

Diinfokan dari warga sekitar bahwa kedua jenazah tersebut merupakan ayah dan anak yang menjadi korban longsor pasca gempa Cianjur.

Baca Juga: Terpopuler ! Begini Alasan Gempa Cianjur Mampu Picu Deretan Bencana Lain Hingga Potensi Tsunami, Waspada!

Pada hari sebelumnya, Minggu 27 November 2022, tim evakuasi berhasil menemukan setidaknya 3 korban di desa Cijedil.

Ketiga korban tersebut teridentifikasi 2 jenazah berjenis kelamin perempuan dan satu berjenis kelamin laki-laki.

Joshua Banjarnahor, Analis Pencarian dan Pertolongan Basarnas, menjelaskan kendala yang dialami Tim SAR gabungan dalam pencarian korban gempa Cianjur.

Baca Juga: Warga Korban Gempa Cianjur Lepas Label Gereja di Tenda Bantuan, Ridwan Kamil Kecam dan Tindaklanjuti Pelaku

Salah satunya karena medan yang berat untuk mengakses ke titik yang sulit dijangkau, juga tumpukan tanah longsor yang cukup tebal.

Joshua menambahkan, gempa susulan yang masih terjadi di Cianjur dan cuaca yang tidak mendukung jadi kendala tersendiri bagi Tim SAR.***

Reporter Arif Rakhmat Prakoso
Editor Desi Kris