AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi kembali mengguncang Kabupaten Cianjur setelah gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang juga mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat.
Hingga saat ini upaya evakuasi masih terus dilakukan dalam masa tanggap darurat yang telah disepakati oleh BPBD setempat.
Dikutip ayojakarta.com dari ayobandung.com pada 25 November 2022, gempa susulan masih mengguncang Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: Info Gempa Hari Ini: Kekuatan Magnitudo 4.1 dan 3.4, Pusat Gempa Barat Daya Kabupaten Cianjur
Sebanyak 236 gempa susulan baru tercatat melalui pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak Jumat (25/11/2022) dini hari.
Berdasarkan data BMKG, skala gempa paling besar mencapai Magnitudo (M) 4,2 yang terjadi pada 01.44 WIB dini hari tadi, sedangkan paling kecil mencapai M 1,2.
Hingga saat ini, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati belum bisa memastikan apa pemicu utama dari serangkaian gempa Cianjur.
Hal ini terkait kelengkapan data yang belum sempurna dan dianalisa.
"Karena belum ada data yang tepat. Kalau tidak Cimandiri, ya Padalarang. Episenter fokus mengarah ke arah sistem Sesar Cimandiri. Kenapa pakai kata sistem? Karena sesar itu tidak sendirian," terang Kepala BMKG, Dwikorita.
BMKG mencocokkan dengan vocal mechanism dengan kemiringan bidang yang ada pada beberapa sesar yang ada di pusat gempa bumi, yang mana tidak di pusat patahan.
"Diproyeksikan ke atas, ini agak menyimpang beberapa kilometer. Namun sekali lagi kami masih harus mengumpulkan data," terang Dwikorita Karnawati.
Sementara itu, satu lagi korban meninggal dunia dari mobil rombongan guru TK asal Cianjur berhasil dievakuasi di dasar jurang Cibeureum, tebing Palalangon, Desa Cibeureum Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Jumat 25 November 2022 pagi.
Dikutip ayojakarta.com dari AyoBandung.com, salah seorang anggota Basarnas, Priyo membenarkan empat jenazah berasal dari mobil rombongan guru TK sudah dievakuasi.
Baca Juga: Update Data Korban Gempa Cianjur, 272 Jiwa Meninggal Dunia, 39 Orang Masih Dalam Pencarian
Rombongan guru TK ini terjebak longsor saat gempa bumi setelah menghadiri acara yang diadakan oleh Bupati Cianjur.
“Iya sudah empat kita evakuasi, kita mulai pencarian sejak pukul 05.00 WIB," kata Priyo.
Pencarian itu merupakan tindak lanjut dari penemuan mobil rombongan guru TK asal Cianjur, Kamis 24 November 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.
Tim evakuasi untuk mobil rombongan guru TK ini terkendala oleh medan yang berat mengingat mobil terkena lumpur dari longsoran akibat gempa Cianjur lalu.
Para petugas harus menggunakan gergaji mesin untuk mengevakuasi korban di dalam mobil yang dalam keadaan rusak parah.***