AYOJAKARTA.COM - Hari ini Jumat(25/11/2022), tercatat ada dua kali gempa susulan yang dirasakan di Cianjur.
Gempa pertama yaitu gempa dengan kekuatan 4.1 magnitudo pada kedalaman 10 km pada pukul 01.44 WIB.
Sedangkan untuk gempa yang kedua memiliki kekuatan 3.4 magnitudo dengan kedalaman 10 km pada pukul 03.51 WIB.
Pusat dari kedua gempa tersebut diketahui berada pada arah barat daya dari Kabupaten Cianjur dan berasal di darat.
Baca Juga: Update Data Korban Gempa Cianjur, 272 Jiwa Meninggal Dunia, 39 Orang Masih Dalam Pencarian
Sementara itu, BMKG sudah memperkirakan bahwa akan ada gempa susulan yang diperkirakan sebagian besarnya tidak akan dirasakan dalam beberapa hari.
Tercatat pada tanggal 23 November 2022, ada 162 gempa susulan dengan kekuatan terbesar 4.2 magnitudo dan terkecil 1.2 magnitudo.
Dalam keterangannya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa gempa-gempa susulan ini akan menjadi stabil dalam kurun waktu beberapa hari.
"Gempa-gempa susulan itu sebagian besar tidak dirasakan, dan yang bisa mencatat adalah alat, dan ada beberapa yang dapat dirasakan. InsyaAllah, dalam kurun waku empat hari kedepan, gempa-gempa susulan tersebut sudah reda dan stabil," ungkap Dwikorita di Cianjur, Rabu (23/11/2022).
Di sisi lain, masyarakat dan pemerintah daerah setempat diimbau untuk waspada akan terjadinya bencana alam lain akibat gempa yang terjadi beberapa hari belakangan di Cianjur.
"Saat ini curah hujan sedang meningkat menuju puncaknya di bulan Desember hingga Januari nanti, jadi harus diwaspadai kemungkinan terjadinya bencana ikutan usai gempa kemarin,” ujarnya.
“Material lereng yang runtuh seperti tanah, batu, pohon, kerikil, dan lainnya harus dibersihkan agar tidak terbawa air dan menjadi banjir bandang. Hal ini pernah terjadi saat gempa Palu dan Pasaman Barat," tambahnya.
Dwikorta kemudian mengingatkan tentang proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan agar dirancang sebagai struktur bangunan yang tahan gempa.
"Mayoritas bangunan yang terdampak karena dibangun tanpa mengindahkan struktur aman gempa yang menggunakan besi tulangan dengan semen standar. Akibatnya, bangunan tersebut tidak mampu menahan guncangan gempa," paparnya.
Menurutnya, jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka ini terjadi akibat bangunan di wilayah setempat tidak memenuhi standar tahan gempa.
"Perlu dipahami, bahwa banyaknya korban jiwa dan luka-luka dalam gempa bumi Cianjur bukan diakibatkan guncangan gempa bumi, melainkan karena tertimpa bangunan yang tidak sesuai dengan struktur tahan gempa bumi," tambahnya.***

Share this article
Berikut info gempa hari ini, dua gempa susulan kembali terjadi di Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Jumat (25/11/2022).