News

Terungkap! Pembunuh Mahasiswa Unpad Mengaku Sakit Hati Karena Fotonya Disebar, Begini Motif dan Kronologinya

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Senin 14 Nov 2022, 05:59 WIB
Ilustrasi: Pembunuh Mahasiswa Unpad Mengaku Sakit Hati Karena Fotonya Disebar, Begini Motif dan Kronologinya

AYOJAKARTA.COM - Pembunuh mahasiswa Unpad sudah ditangkap pihak Polresta Bandung dan sudah diketahui motifnya lantaran sakit hati kepada korban.

Pelaku diketahui merupakan rekan dekat korban yang merasa dendam kemudian berniat untuk membunuh korban. 

Pembunuh mahasiswa Unpad tersebut mengaku sudah merencanakan niat jahatnya sejak Oktober lalu.

Baca Juga: Terkuak Alasan Persidangan Kasus Pembunuhan Brigadir J Diundur, Benarkah Ferdy Sambo Kebal Hukum?

Mahasiswa Unpad yang tewas mengenaskan di tangan rekannya sendiri itu sudah dimakamkan di kampung halamannya yakni di Garut.

Kejadian penusukan terhadap korban yang merupakan mahasiswa Unpad terjadi di kediamannya di Bandung.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak polisi terungkap bahwa pelaku pembunuhan mahasiswa Unpad merupakan rekan dekat korban.

Baca Juga: Deretan Pria Inisial R yang Meresahkan di Kasus Pembunuhan Brigadir J, Bisa Beratkan Ferdy Sambo Versi Netizen

Kombes Pol Kusworo Wibowo selaku Kapolresta Bandung sudah melaporkan hasil penyelidikan terhadap kasus pembunuhan mahasiswa Unpad tersebut.

Di mana Kombes Pol Kusworo Wibowo menyatakan bahwa motif pembunuhan tersebut lantaran pelaku merasa sakit hati dan kecewa terhadap korban.

Pelaku mengaku bahwa ia kecewa karena korban mengancam akan menyebarkan foto-foto milik tersangka.

Baca Juga: Cek Fakta: Motif Pembunuhan Brigadir J Berawal dari Peristiwa di Magelang

"Adapun motif daripada pelaku pembunuhan ini adalah tersangka sakit hati dan juga kecewa terhadap korban yang korban menyampaikan upaya untuk menyebarkan foto-foto milik tersangka," ujar Kombes Pol Kusworo Wibowo dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV.

Kapolresta Bandung juga menyampaikan bahwa lantaran rasa kecewanya tersangka merencanakan pembunuhan ini dengan membeli jaket ojek online dan sebilah pisau.

"Sehingga tersangka merasa marah dan kecewa sehingga merencanakan pembunuhan ini dengan cara membeli jaket ojek online dengan senjata tajam," ungkap Kombes Pol Kusworo Wibowo.

Baca Juga: Saksi Romer Tampak Tertekan di Sidang Pembunuhan Brigadir J, Psikolog Ungkap Hal Baik: Kalau Tidak Stres....

Dalam kesaksian pelaku yang disampaikan oleh Kapolresta Bandung, pelaku dengan sengaja membeli jaket ojek online agar dapat masuk ke rumah korban dengan alasan untuk mengantarkan paket.

Sehingga dengan begitu pelaku dapat leluasa berada di dalam rumah korban tanpa ada kendala.

"Kemudian sengaja masuk ke dalam rumah pura-pura mengantarkan paket supaya yang bersangkutan bisa berada di dalam rumah tanpa ada kendala dan pada gangguan," ungkap Kombes Pol Kusworo Wibowo.

Baca Juga: Akhirnya Barang Bukti CCTV Pembunuhan Brigadir J Diterima, Hakim Ngamuk ke Saksi: Kayak Serahkan Pisang Goreng

Setelah pelaku berhasil masuk ke rumah korban, Iya langsung melancarkan niat jahatnya dengan mengeluarkan senjata tajam dan menusukkannya ke korban.

Pelaku tega membunuh korban dengan menusuk bagian leher korban beberapa kali hingga berlumuran darah.

"Setelah berada di dalam rumah langsung tersangka mengeluarkan pisaunya senjata tajamnya dan menusukkan beberapa kali ke leher korban," ujar Kombes Pol Kusworo Wibowo.

Baca Juga: Ferdy Sambo Terjerat Kasus Pembunuhan, Anak Sulung Unggah Foto Berdua: My Hero, Forever, and Always

Setelah melancarkan aksinya, pelaku melarikan diri sementara korban masih bisa meminta pertolongan kepada orang sekitar.

Kemudian korban segera dilarikan ke rumah sakit, namun nahasnya nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

"Sehingga dengan begitu tersangka langsung melarikan diri korban masih bisa berinteraksi dengan para saksi sehingga dilarikanlah ke rumah sakit," jelas Kombes Pol Kusworo Wibowo.

Baca Juga: Ada Kesamaan Pola dengan Pembunuhan Brigadir J, Habib Rizieq Desak Kapolri Tuntaskan Kasus Tragedi KM 50

"Namun sesampainya di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia," sambungnya.

Pelaku pembunuhan mahasiswa Unpad ini diketahui seorang laki-laki berinisial FA yang merupakan rekan korban.

"Jangan menyebar menyebarkan hal kekurangan saya," cerita FA sempat berkomunikasi dengan korban.

Baca Juga: Bukti Pembunuhan Brigadir J Sempat Dihilangkan, Afung Beberkan Biaya AKP Irfan Ganti CCTV

FA mengaku pada tanggal 5 Oktober 2022 Iya sempat bertemu korban untuk menyelesaikan masalah mereka namun tidak ada solusi.

Menurut pengakuan FA korban terus menyebarkan foto-fotonya sampai tanggal 9 Oktober 2022.

Pada saat itu pelaku mengaku sudah membeli jaket ojek online dan sebilah pisau unruk membunuh korban.

Baca Juga: Malam Pembunuhan Brigadir J, Yogi Bongkar Tingkah Bripka RR: Dia Kaya Orang Kebingungan

"Karena tanggal 5 Oktober minta diluruskan dan bagaimana kedepannya, tapi malah ada argumentasi dan ketidaksetujuan saya dan pihak (korban)," ungkap FA.

"Di tengah-tengah itu sampai tanggal 9 dia masih menyebarkan (fotonya) secara internal," sambungnya.

Kemudian berlaku berinisial FA mengaku ia membeli pisau untuk menusuk korban yaitu pada tanggal 10 Oktober 2022.

Selain itu, pelaku juga mengaku bukan teman kuliah korban melainkan kenal dari sebuah komunitas.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Desi Kris