AYOJAKARTA.COM - Perayaan Hari Pahlawan 2022 tinggal menghitung hari, tepatnya akan jatuh pada Kamis (10/11/2022) mendatang.
Hari Pahlawan ini dirayakan untuk mengenang jasa-jasa para pejuang kemerdekaan untuk Indonesia menjadi negara Merdeka.
Perayaan Hari Pahlawan ini juga bertujuan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang.
Baca Juga: Pemerintah akan Berikan Gelar Pahlawan Nasional kepada 5 Tokoh, Ada Nama Soeharto
Jelang Hari Pahlawan 2022 pada 10 November nanti, pemerintah telah menyiapkan anugera gelar Pahlawan Nasional kepada lima tokoh pejuang.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Dewan Gelar dan Tanda-tanda Kehormatan yang diketuai Menkopolhukam Mahfud MD telah menetapkan lima tokoh bangsa untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Dilansir AyoJakarta.com dari unggahan video di akun TikTok @aktivitaspresiden pada Jumat (4/11/2022) Mahfud MD menyampaikan siapa saja lima tokoh yang akan dianugerahi Pahlawan Nasional.
Baca Juga: 25 Link Twibbon Hari Pahlawan Nasional 2022, Klik di Sini untuk Mengaksesnya
"Memutuskan tadi pada tahun 2022 ini akan memberikan gelar Pahlawan Nasional dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November ," ujar Mahfud MD.
Lebih lanjut, Mahfud MD mengatakan bahwa upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional itu akan dilakukan pada 7 November 2022 di Istana Negara.
"Karena bapak Presiden tanggal 8 dan seterusnya ada KTT ASEAN di Kamboja dan akan terus ke Denpasar pulang dari sana tanggal 13 untuk G20," terang Mahfud MD.
Mahfud MD menjelaskan bahwa lima tokoh yang dipilih ini adalah usulan dari masyarakat melalui Kementerian Sosial.
"Kemudian diseleksi oleh Kementerian Sosial dengan sejumlah nama terbatas, kemudian diseleksi lagi oleh Dewan Gelar dan Tanda-tanda Kehormatan sejumlah terbatas kemudian hari ini bapak Presiden dan kami Dewan Gelar memutuskan tahun ini memberikan lima pada tokoh-tokoh bangsa yang telah ikut berjuang mendirikan negara Republik Indonesia," katanya.
Kelima tokoh yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional yakni sebagai berikut:
Baca Juga: Mengenal 7 Pahlawan yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI
1. dr. Soeharto
Dokter Soeharto ternyata adalah dokter pribadi Presiden Soekarno yang berasal dari Jawa Tengah. Soeharto kerap membantu perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang.
"Berjuang di lapangan beri pengobatan bagi para pejuang yang jatuh atau sakit dan cacat dalam perjuangan melawan Belanda dan Jepang," jelas Mahfud MD.
Baca Juga: 5 Puisi Hari Pahlawan 10 November Singkat, Penuh Semangat dan Mengharukan Cocok Jadi Caption Media Sosial
2. KGPAA Paku Alam VIII
Selanjutnya yaitu KGPPA Paku Alam VIII yang merupakan Raja Paku Alam menjabat pada 1937-1989.
KGPAA Paku Alam VIII berjasa bersama Sultan Hamengkubuwono IX mengintegrasikan wilayah Yogyakarta ke Indonesia di awal kemerdekaan.
Berkat jasanya itu membuat Indonesia menjadi utuh hingga saat ini.
"Setelah Indonesia merdeka 17 Agustus, DIY itu tak termasuk di dalamnya. Tapi Sri Sultan HB IX dan Paku Alam VIII membuat deklarasi menggabungkan diri ke republik," tuturnya.
Baca Juga: Bak Pahlawan, Baiquni Rusak CCTV Bukti, Dhania Justru Berikan Salinan Video CCTV Pembunuhan Brigadir J
3. dr Raden Rubini Natawisastra
Raden Rubini adalah tokoh yang berasal dari Kalimantan Barat.
Di masa kemerdekaan, Raden Rubini telah menjalankan misi kemanusiaan sebagai dokter keliling.
Sayangnya atas perjuangannya itu, ia bersama istrinya dijatuhi hukuman mati oleh penjajah Jepang atas perjuangannya untuk kemerdekaan Republik Indonesia.
"Beliau dokter yang beri pelayanan pengobatan para pejuang di hutan-hutan. Selalu meneriakkan kemerdekaan, suami istri ini dibunuh pada penjajahan Jepang," kata Mahfud.
Baca Juga: 7 Pahlawan yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI
4. H Salahuddin bin Talibuddin
H Salahuddin bin Talibuddin adalah tokoh pejuang yang berasal dari Halmahera Tengah, Maluku Utara.
H Salahuddin bin Talibuddin adalah salah satu tokoh SI-Merah (Serikat Islam Merah) yang gigih melawan Belanda.
Di tahun 1941, ia mengibarkan Bendera Merah Putih di Tanjung Ngolopopo, Patani, Halmahera Tengah, Maluku Utara.
"Beliau yang meneriakkan perjuangan kemerdekaan sampai diasingkan ke Boven Digoel," ungkap Mahfud.
Baca Juga: White Hacker Putra Aji Sebut Bjorka Tak Pantas Disebut Pahlawan, Ini Alasannya!
5. KH Ahmad Sanusi
Tokoh terakhir yang akan dianugerahi Pahlawan Nasional adalah Ahmad Sanusi yang berasal dari Jawa Barat.
Ahmad Sanusi adalah salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang belum mendapat gelar pahlawan nasional.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai tokoh Islam yang memperjuangkan dasar negara Pancasila.
"Ini KH Ahmad Sanusi dari Jawa Barat aktif dan ikut merumuskan dasar negara Pancasila. Beliau dorong kompromi dibentuk negara di mana negara tak jadi negara agama. Tapi bukan negara sekuler," ujar Mahfud MD.***