Mengenal 7 Pahlawan yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI

Ilustrasi, daftar 7 pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S PKI.

Ilustrasi, daftar 7 pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S PKI.

AYOJAKARTA.COMPeristiwa G30S PKI merupakan salah satu peristiwa kelam yang terjadi setelah kemerdekaan Indonesia.

PKI merupakan partai terbesar pada masanya yang mampu mengakomodir seluruh kalan dari para intelektual, buruh, petani hingga seniman. Karena pengaruhnya yang kuat, pada pemilu 1955 PKI berhasil meraih posisi empat besar setelah PNI, Masyumi dan NU.

G30S PKI yang terjadi pada tahun 1965 ini merupakan peristiwa di mana para anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan aksi pemberontakan untuk menggulingkan pemerintahan Soekarno dan menjalani misi menghancurkan NKRI yang kemudian ingin mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

Baca Juga: Bupati Anne Ratna di Atas Pelaminan Tanpa Dedi Mulyadi, Foto Berdua dengan Sosok Ini

Sesuai sebutannya, peristiwa pemberontakan ini terjadi antara tanggal 30 September malam sampai 1 Oktober 1965. Atas peristiwa ini, tidak sedikit warga menjadi korban, dan kebanyakan dari korban merupakan TNI. Keguguran para TNI ini, Soekarno memberi gelar mereka sebagai Pahlawan Revolusi.

Untuk lebih mengenal para pahlawan tersebut, bisa disimak biografi singkatnya berikut ini yang dilansir dari Pikiran-Rakyat.com, Jumat, 30 September 2022.

1. Jenderal Ahmad Yani

Jenderal Ahmad Yani merupakan salah satu petinggi di TNI AD pada masa orde lama. Lahir di Jenar, Purworejo pada tanggal 19 Juni 1922 dan masa mudanya diisi dengan mengikuti pendidikan Heiho di Magelang dan Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor.

Baca Juga: Anne Ratna Mustika Istri Kedua, Ternyata Dedi Mulyadi Ungkap Punya Istri Pertama, Ini Sosoknya

Jenderal Ahmad Yani juga pernah ikut berperan dan berjuang saat pemberontakan PKI Madiun tahun 1948, Agresi Militer Belanda II, dan penumpasan DI/TII Jawa Tengah.

Pada tahun 1958, Ahmad Yani diangkat sebagai Komandan Komando Operasi 17 Agustus di Padang, Sumatera Barat untuk memusnahkan pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia). Dan pada tahun 1962 diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat.

Jenderal Ahmad Yani gugur dalam peristiwa G30S PKI pada 1 Oktober 1965 di sekitar rumahnya di Menteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Bupati Anne Ratna di Atas Pelaminan Tanpa Dedi Mulyadi, Foto Berdua dengan Sosok Ini

2. Letjen Suprapto

Letjen Suprapto lahir di Purwokerto 20 Juni 1920 yang merupakan salah satu dari pahlawan revolusi G30S PKI.

Beliau sempat menjalani pendidikan di Akademi Militer Kerajaan Bandung, dan saat awal kemerdekaan Indonesia, Letjen Suprapto sangat aktif dalam usaha merebut senjata pasukan Negara Jepang wilayah Cilacap.

Karirnya di dunia militer sangat melejit di masa itu. Letjen Suprapto pun turut andil dalam melawan pemberontakan G30S PKI namun gugur bersama para petinggi TNI AD lainnya.

Baca Juga: Lesti Kejora dan Rizky Billar Dapat Penghargaan Gorgeous Dad dan Gorgeous Mom di Infotainment Awards 2022

3. Letjen S. Parman

Siswondo Parman atau lebih dikenal dengan panggilan S. Parman merupakan petinggi TNI AD di masa orde lama yang lahir di Wonosobo, 4 Agustus 1918.

Beliau menempuh pendidikan yang berfokus kepada bidang intelijen. Beliau juga pernah dikirim ke Jepang untuk mempelajari ilmu intelijen pada Kenpei Kasya Butai.

Ilmunya dalam bidang intelijen sangat berguna bagi TNI pada masa itu yang bahkan bisa mengetahui seluk-beluk rencana PKI yang ingin membentuk angkatan kelima.

Pada peristiwa G30S PKI di tanggal 1 Oktober 19645, Letjen S. Parman diculik dan dibunuh oleh pemberontak PKI bersama jenderal lainnya.

Baca Juga: Almamater Lesti Kejora Jadi Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Tahun 2022

4. Letjen M. T Haryono

Lahir di Surabaya, 20 Januari 1924. Sebelum mengenyam pendidikan militer, Mas Tirtodarmo Haryono pernah mengikuti sekolah kedokteran (Ika Dai Gaku) di Jakarta pada masa pendudukan Jepang saat itu.

M. T Haryono terkenal atas kepiawaiannya dalam berbahasa Belanda, Inggris, dan Jerman dan sering mewakili Indonesia dalam perundingan internasional. Beliau juga sempat menjabat sebagai Sekretaris Delegasi Militer Indonesia; Atase Militer RI untuk Negeri Belanda (1950) sera menjadi Direktur Intendans dan Deputi III Menteri/Panglima Angkatan Darat (1964).

Pada peristiwa G30S PKI, dini hari 1 Oktober 1965, Letjen Haryono terbunuh oleh salah satu pemberontak yang mendatangi rumahnya dan ditembak mati seketika dan diseret ke Lubang Buaya.

Baca Juga: Ferdy Sambo Kehilangan Power Sebabkan Putri Candrawathi Siap Ditahan, Ini Penjelasan Susno Duadji

5. Mayor Jenderal D.I PanjaitanMayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac panjaitan lahir di balige Sumatera Utara 19 Juni 1925.

Ketika masa pendudukan Jepang, D.I Panjaitan mengikuti pendidikan militer Gyugun. Beliau pernah diangkat sebagai Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat dan juga mendapat tugas belajar ke Amerika Serikat.

6. Kapten Pierre Tendean

Pierre Tendean memiliki nama asli Kapten CZI Anumerta Pierre Andreas Tendean yang lahir pada 21 Februari 1939.

Kapten Pierre Tendean mengikuti pendidikan Jurusan Teknik tahun 1962, lalu menjabat komandan Peleton Batalyon Zeni Tempur 2 Komando Militer II/Bukit Barisan di Medan.

Pada tahun 1965, beliau diangkat menjadi ajudan Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan Atau Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Nasution.

Ketika peristiwa G30S PKI, demi melindungi Jenderal Nasution, Pierre Tendean mengaku sebagai Jenderal A.H Nasution dan akhirnya ditembak mati oleh pasukan pemberontak.

Baca Juga: Tertuduh Sebagai Dalang G30S PKI, Inilah Alasan Soekarno Tidak Membubarkan PKI Pada Saat Itu!

7. Mayor Jenderal TNI Sutoyo Siswomiharjo

Sutoyo Siswomiharjo lahir di Kebumen pada 28 Agustus 1922. Beliau adalah seorang perwira tinggi di TNI-AD. Brigjen Sutoyo pernah menjadi atase militer di Inggris pada 1956-1959.

Sutoyo Siswomiharjo menempuh pendidikan di Bali Pendidikan Pegawai Tinggi di Jakarta. Ketika proklamasi kemerdekaan, beliau masuk menjadi TKR bagian kepolisian.

Setelah menjadi anggota Korps Polisi Militer dan diangkat menjadi ajudan Kolonel Gatot Subroto, dan kemudian menjadi kepala bagian Organisasi Resimen II Polisi Tentara di Purworejo.

Itulah beberapa nama di antaranya pahlawan revolusi yang telah gugur atas peristiwa G30S PKI 1965.*** (Izza Salsabila)

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.

Jakarta Selatan 03 Jun 2026, 13:35 WIB

Paling Banyak Bulan April, Sudinhub Jakarta Selatan Tindak 1.337 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sebanyak 1.337 kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas berhasil diamankan oleh Suku Dinas Pehubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan dalam kurun waktu 5 bulan hingga Mei 2026.

Jakarta Barat 03 Jun 2026, 13:27 WIB

Upaya Kurangi Bau Sampah, Kelurahan Duri Jakarta Barat Lakukan Uji Coba Penggunaan Cairan Eco Lindi!

Upaya untuk mengurangi dampak bau dari sampah, Kelurahan Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat lakukan uji coba pemanfaatan cairan eco lindi di depo sampah Jalan Duri Utara III pada Rabu, 3 Juni 2026.