AYOJAKARTA.COM – G30S PKI merupakan salah satu sejarah paling kelam bagi Indonesia.
Peristiwa G30S PKI atau Gerakan 30 September terjadi pada 30 September 1965.
Gerakan ini dilancarkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).
Baca Juga: Pernyataan Pelecehan Seksualnya Diragukan, Putri Candrawathi: Brigadir J Menjilat dan Meraba saya!
PKI adalah partai tertua dan terbesar yang ada di Indonesia pada saat itu.
Peristiwa G30S PKI terjadi pada malam hari hingga keesokan harinya.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak tujuh orang perwira TNI dibunuh secara keji.
Pembunuhan tersebut terjadi karena tujuh orang perwira TNI dituduh akan melakukan makar pada Presiden pertama Indonesia melalui dewan jenderal.
Jasad pahlawan yang menjadi korban pembunuhan keji tersebut dimasukkan ke dalam sebuah sumur di Kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Berikut adalah tujuh pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S PKI, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Aku Bisa Baca pada Jumat, 23 September 2022.
1. Jendral Anumerta Ahmad Yani
Sosok yang biasa dikenal sebagai Ahmad Yani ini merupakan orang nomor satu di TNI Angkatan Darat sejak tahun 1962.
Ia menjadi Panglima AD ke-6 di pemerintahan Presiden Soekarno. Ia juga merupakan sosok yang disenangi oleh Soekarno.
Sebelum peristiwa G30S PKI, disebut bahwa Ahmad Yani sebelumnya mendengar isu bahwa DN Aidit dan pasukannya akan menindak para jenderal. Akan tetapi ia tidak menghiraukannya.
Sebab, sebelumnya peringatan tersebut hanyalah sebuah gertakan kosong maka dari itu ia tidak memperketat pengawalan untuk dirinya.
Hingga pada akhirnya pasukan PKI mengepung rumah Ahmad Yani dan ia ditembak.
2. Letnan Jendral Raden Soeprapto
Semasa hidupnya, Raden Soeprapto selalu berdekatan dengan maut. Bermula menjadi tawanan tentara Jepang hingga menjadi bagian angkatan senjata di Ambarawa untuk melawan sekutu.
Dalam usahanya mempertahankan tanah air, ia selalu selamat. Sayangnya, tak disangka jika Raden Soeprapto akan kehilangan nyawa pada tragedi G30S PKI ini.
Ketika sedang tidur, Soeprapto dijemput paksa oleh pasukan Cakrabirawa dengan alasan dipanggil oleh Presiden Soekarno.
Namun ternyata itu adalah alasan bohong dan pada 3 Oktober 1965, Soeprapto ditemukan sudah tidak bernyawa.
Ia diduga tewas karena adanya sebelas peluru yang ada pada tubuhnya.
Baca Juga: Kapan Kartu Prakerja Gelombang 46 Dibuka? Simak Jadwalnya di Sini!
3. Letnan Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
Sosok yang dikenal sebagai M.T Haryono adalah salah satu perwira tinggi TNI yang dibawa ke Lubang Buaya dalam kondisi tidak bernyawa.
Masih berusia 41 tahun, ia menjadi korban pembunuhan keji dalam peristiwa G30S PKI.
Sama seperti Soeprapto, ia juga dijemput paksa oleh pasukan Cakrabirawa dengan alasan dipanggil oleh Soekarno.
Sebelum tewas, M.T Haryono sempat memerintahkan istri dan anaknya untuk pergi. Akan tetapi ketika ia berusaha merebut senjata dari salah satu penculiknya, ia justru ditembak hingga tewas di dalam kamarnya dan jasadnya dibawa ke Lubang Buaya.
Baca Juga: Identitas Hacker Bjorka 'Dibongkar' Mang Osa, Begini Penampakan Wajahnya
4. Letnan Jenderal Siswondo Parman
Pahlawan yang dikenal dengan sebutan S. Parman juga menjadi sasaran pembunuhan.
Sama seperti rekannya, kediamannya dikepung oleh pasukan Cakrabirawa.
Pada 1 Oktober 1965 pukul 4 pagi hari, ia ditembak dan jasadnya dibuang ke Lubang Buaya.
Diketahui, S.Parman memiliki kakak yang merupakan seorang petinggi Partai Komunis Indonesia.
Namun sayangnya, ia tak luput menjadi sasaran pembunuhan keji tersebut dan diduga kakaknya lah yang menjadi dalang pembunuhan tersebut.
5. Mayor Jenderal Donald Isaac Panjaitan
Dikenal dengan D.I Panjaitan, sosok ini juga menjadi sasaran penculikan dan pembunuhan.
Hal ini terjadi karena diduga D.I Panjaitan sukses menggagalkan aksi PKI yang menyelundupkan senjata dari Tiongkok.
Pada 1 Oktober 1965 pukul 4 pagi, pasukan PKI menerobos masuk kediamannya. Pasukan tersebut menembaki rumahnya berkali-kali.
Karena mendengar kegaduhan di rumahnya, sang Jenderal mengambil senjata miliknya akan tetapi senjata yang digunakan ternyata ada kendala.
Akhirnya, Panjaitan memutuskan untuk menemui pasukan tersebut dengan damai.
Sayangnya, kepala Panjaitan dipukul hingga ia jatuh tersungkur dan ia pun ditembak.
Baca Juga: Persija Latihan Super Ekstra Jelang Hadapi Persib, Siap Sabet 3 Poin!
6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
Sama seperti rekannya, ia disergap oleh pasukan Cakrabirawa di kediamannya.
Pasukan tersebut menerobos paksa masuk hingga menghancurkan barang di kediamannya sambal berteriak.
Akan tetapi, Sutoyo memilih untuk tidak melawan pasukan tersebut.
Kemudian ia pun dibawa oleh pasukan tersebut yang mengaku sebagai pengawal Soekarno.
Keluarga Sutoyo pun panik dan bingung akan dibawa kemana sang kepala keluarga itu. Hingga pada 3 Oktober 1965, Sutoyo ditemukan sudah tak bernyawa di Lubang Buaya.
Baca Juga: 11 Link Twibbon G30S PKI Terbaru untuk Foto Profil Media Sosial
7. Kapten Pierre Andreas Tendean
Sosok ini merupakan perwira TNI yang memiliki darah keturunan Perancis.
Terbilang masih muda, pria berusia 26 tahun ini memiliki berbagai pengalaman.
Pada saat peristiwa G30S PKI, Tendean masih menjabat sebagai ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution.
Pada 1 Oktober 1962 waktu dini hari, Tendean diketahui sedang tidur di kamar belakang rumah dinas Nasution.
Tiba-tiba pasukan Cakrabirawa menyergap dan menembaki rumah Nasution.
Akibat kegaduhan tersebut, Tendean bersiap mengisi pistol dan menemui pasukan tersebut.
Sayangnya, Tendean dihadapkan dengan banyak orang yang memiliki senjata.
Tendean menjadi target salah sasaran, lantaran pasukan tersebut mengira bahwa Tendean adalah Nasution sehingga mereka membawa Tendean.
Sementara Nasution berhasil lolos dari pasukan tersebut dengan melewati pagar belakang rumahnya.
Tendean ditembak mati di Lubang Buaya.***

Share this article
Simak berikut ini tujuh pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S PKI, daftar orang perwira TNI dibunuh secara keji.