AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J telah digelar hari ini Selasa (25/10/2022).
Sidang lanjutan Bharada E ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pukul 10.00 WIB.
Dalam sidang lanjutan Bharada E, Jaksa Penuntun Umum (JPU) menghadirkan 12 saksi.
Baca Juga: Vera Maretha, Pacar Brigadir J Hadir di Sidang Terdakwa Bharada E
12 saksi dalam sidang lanjutan Bharada E ini merupakan pihak pengacara dan keluarga dari Brigadir J.
Namun, sebelum sidang dimulai ada momen yang cukup mengharukan di ruang sidang.
Momen tersebut adalah saat Bharada E meminta maaf secara langsung kepada orangtua Brigadir J.
Dilansir AyoJakarta.com dari tayangan live kanal YouTube Metro TV, tampak 12 saksi memasuki ruang sidang.
Saat melihat kedua orangtua Brigadir J duduk di kursi persidangan, Bharada E bergegas menghampiri mereka.
Bahkan Bharada E langsung berlutut ke ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak dan ke ayah Brigadir J Samuel Hutabarat.
Dalam momen tersebut, Bharada E seakan meminta maaf langsung kepada kedua orangtua Brigadir J.
Tak jelas apa yang mereka perbincangkan, tapi Bharada E tampak menganggukan kepalanya menjawab ucapan dari Rosti Simanjuntak.
Hal serupa juga dilakukan oleh Rosti Simanjuntak yang seakan mengiyakan permintaan maaf Bharada E.
Permintaan maaf Bharada E terhadap Rosti Simanjuntak dan Samuel Hutabarat itu juga disaksikan pengacara keluarga, yakni Kamaruddin Simanjutak.
Tak lama, setelah itu Bharada E kembali ke kursi tempat ia duduk bersama pengacaranya, Ronny Talapessy.
Kemudian tepat jam 10.00 WIB sidang pun dimulai.
Sayangnya, sidang lanjutan Bharada E ini tidak dimunculkan audio dimana masyarakat Indonesia tidak bisa mendengar apa yang disampaikan oleh para saksi.
Tak ayal, banyak warganet yang memprotes karena mereka tidak bisa mendengar apa yang disampaikan oleh para saksi.
Mereka merasa aneh mengapa sidang yang disebut akan digelar secara terbuka ini justru tidak dimunculkan audionya.
Baca Juga: Keluarga Brigadir J Siap Hadir di Sidang Bharada E Pekan Depan, Ini Kata Tim Kuasa Hukum
@afsheen wildakenapa: "Audio nya harus di matiin... ada yg aneh nich.. janggal BANGET!!!".
@Yudi Kencana 9: "Sidang ini harus dihentikan krn tdk bisa di dengar rakyat, semua pemimpin yg pernah menyatakan akan mengawal dan dibuka terang benderang kepublik ternyata hoax semua, pembohong semua".
@Ruslan Marbun: "Kalau begini cara nya sidang tidak transparan suara tidak kedengaran sama aja pembodohan rakyat, rakyat bisa marah loh".
@Novitasari Indahapa: "Iya transparan".