News

Sosok Penjual Dawet Kanjuruhan Muncul dan Minta Maaf Ke Korban, PSI Sebut Suprapti Sudah Bukan Pengurus DPD

Oleh: Admin Rabu 12 Okt 2022, 20:45 WIB
Tragedi Kanjuruhan Malang, Ibu yang Ngaku Penjual Dawet Minta Maaf ke keluarga korban

AYOJAKARTA.COM--- Penjual dawet Kanjuruhan akhirnya muncul dan menampakkan dirinya. Kemunculan ini ditunggu banyak pihak yang ingin mencari kebenaran ucapannya terkait Tragedi Kanjuruhan.

Penjual dawet ini adalah seorang perempuan, paruh baya. Ia sempat mengaku berjualan dawet di stadio kanjurahan, Malang khususnya dekat gate 3.

Baca Juga: Presiden Arema FC Marathon Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Insiden Kanjuruhan

Beberapa hari pasca tragedi Kanjuruhan, ia sempat memberikan kesaksian melalui voice note (rekaman) yang kemudian beredar viral di banyak media.

Perempuan pedagang dawet yang kemudian diketahui bernama Suprapti Fauzi ini ternyata merupakan anggota  Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Baca Juga: Rizky Billar Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Ancaman Hukuman yang Menanti

Bahkan dalam poster yang beredar ia tampak mengucapkan Harlah ke-94 NU (1926-2020), dengan background partai Solidaritas Indonesia. Waktu itu tercantum identitasnya wakil Ketua DPD PSI kabupaten Malang.

Dalam voice note (rekaman), Suprapti kala itu menyebut bahwa bukan gas air mata penyebab korban berjatuhan di stadion Kanjuruhan.

Baca Juga: Tambah 1 Lagi Korban Meninggal Dunia Tragedi Kanjuruhan, dari Luka Sedang Sampai Alami Trauma Berat di Kepala

"Cuman gas air matanya tidak terlalu, namun uyel-uyelane dan sodok-sodokan dan jejeg-jejegane sesama suporter, " ujarnya saat itu.

Perempuan ini juga menyebut ulah Aremania yang katanya berbau alkohol, banyak mabuk dan mengonsumsi obat terlarang.

Baca Juga: Bisikan Maut Putri Candrawathi ke Kuat Maruf Jadi Alasan Terbunuhnya Brigadir J, Alasan Cemburu?

"Wong suporter sebelumnya minum semua,yang meninggal pun banyak bau alkohol. Itu yang saya tolong, mas Nawi juga pemabuk,"ujarnya yang mengaku saat itu dawet dagangannya akan menjadi amukan suporter,

Namun ternyata setelah ditelusuri banyak orang, pejual dawet itu tidak pernah ada. Alias hanya mengaku-ngaku sebagai penjual dawet dan melakukan kebohongan.

Baca Juga: Di Lokasi Ini, Ayu Dewi Bongkar Regi Datau Salurkan Hasrat: Seminggu 3 Kali

Terbaru, sosok penjual dawet itu diketahui menyambangi rumah salah satu korban tragedi Kanjuruhan bernama Nawi Curva Nord.

Dalam video yang diunggah akun twitter @AremaniaCulture, Rabu (12/10/2022), tampak perempuan yang mengaku penjual dawet itu mengenakan kerudung keungunan muda, dan gamis cokelat susu.

Baca Juga: Viral Video Ferdy Sambo Beri Hadiah Natal ke Brigadir J, Penuh Kebahagiaan Bersama Keluarga dan Ajudan

Dia duduk lesehan, sementara di depannya sejumlah angggota keluarga dari Nawi Curva Nord.

"Saya bu Prapti memohon maaf karena berhubung dengan voice note (rekaman) yang beredar kemarin".

Baca Juga: Sempat Disebut Psikisnya Terganggu, Terkuak Kesehatan Rizky Billar saat Pemeriksaan Kasus Dugaan KDRT Hari Ini

"Saya tidak ada tujuan apapun untuk menjelekkan nama almarhum. Demi Allah, saya lillahi ta'ala meminta maaf kepada panjengan, memohon dengan sangat, tolong maafkan saya jika ada kata saya yang salah ya mba," ujar perempuan itu.

"bukan tujuan saya untuk mencemarkan nama almarhum mas Nawi, tolong dimaafkan. Dan untuk mas-masnya saya minta maaf, tidak ada tujuan untuk menjelekkan siapapun di sini,".

Baca Juga: Viral Penampakan Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Diduga Terkunci Sehingga Korban Jiwa berjatuhan hingga Ratusan

"Demi Allah nggak ada settingan apa-apa dan saya bukan suruhan siapa-siapa. Mohon maaf yang sebesar-besarnya mbak Eka ya. Maaf ya mbak," ujar Prapti menangis sesenggukan bahkan bersimpuh.

Sementara itu, PSI langsung melakukan klarifikasi perihal sosok Suprapti. Terungkap bahwa Suprapti pernah menjadi pengurus DPD PSI Kabupaten Malang.

Baca Juga: Kapolri Umumkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Termasuk Direktur PT LIB, Begini Pelanggarannya

Hal tersebut diungkap Ketua DPD PSI Kabupaten Malang Yosea Suryo Widodo, Rabu (12/10/2022). Yosea mengakui yang bersangkutan merupakan kader partainya.

Namun, Suprapti sudah tak lagi memiliki jabatan di kepengurusan DPD PSI Kabupaten Malang sejak pertengahan 2020 lalu.

"Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020," kata Yosea.

Reporter Admin
Editor Kiki Dian Sunarwati