AYOJAKARTA.COM—Beredar di media sosial penampakan Gate 13 di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Diketahui Tragedi Kanjuruhan terjadi saat pertandingan Arema vs Persebaya di stadion tersebut pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
Dalam kejadian tersebut, kericuhan terjadi ketika supporter dari Arema mulai turun ke lapangan setelah tim kesayangan mereka harus takhluk di hadapan Persebaya dalam kandangnya sendiri.
Kesaksian dari banyak suporter ataupun penonton mengatakan aparat keamanan berusaha memukul mundur suporter yang berada di tengah lapangan.
Aparat keamanan tampak melemparkan gas air mata kepada keramaian suporter termasuk yang berada di tribun.
Karena penembakan gas air mata secara babi buta tersebut, menyebabkan suporter dalam stadion panik dan para penonton yang duduk di tribun berlarian mencari pintu keluar.
Sayangnya, pintu keluar tampak susah dibuka. Suporter menumpuk dan berdesakan, penuh kepanikan terkena gas air mata. Tak terkecual, orang dewasa, wanita dan anak-anak banyak yang mengalami sesak nafas dan tak berdaya.
Terlihat mereka terkapar, pingsan, hingga sesak nafas karena terkena gas air mata yang disemprotkan ke berbagai arah oleh ulah pihak aparat tersebut.
Hingga akhirnya korban meninggal capai 127 orang, dengan 34 orang meninggal dunia di dalam stadion dan belum mendapatkan pertolongan. Sedangkan sisanya dalam perjalanan ke RS.
Baca Juga: Tragedi Berdarah Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?
Dalam video yang beredar tersebut, Gate 13 inilah yang diduga menjadi salah satu pintu keluar yang menjadi saksi ratusan orang akhirnya meninggal di Stadion Kanjuruhan tersebut.
Diduga Gate 13 ini terkunci sehingga membuat 127 Aremania meninggal dunia usai laga Arema vs Persebaya. Kondisinya terbilang paling parah dalam tragedi berdarah itu.
Salam video kolase yang diunggah oleh akun Instagram @tugumalangid, diperlihatkan penampakan Gate 13. Gate 13 itu pintu besinya rusak dan ventilasi di salah satunya jebol.
Tertera sejumlah tulisan di Gate 13 . “RIP” tertulis kata ini di gerbangnya sebagai bentuk solidaritas tragedi sepakbola paling berdarah itu.
Baca Juga: 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Usianya Mulai Empat hingga 17 Tahun
Di bagian lain juga penuh coretan tulisan “Usut Tuntas”. Ada pula “Selamat Jalan Saudaraku”. Tak ketingalan “Saudaraku dibunuh,usut tuntas”.
Terlihat sejumlah pengunjung berdatangkan menyaksikan Gate 13, ada beberapa yang kemudian berdoa dan menaburkan bunga di sekitar gate 13 itu.***