AYOJAKARTA.COM—Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebut ada 33 anak menjadi korban dalam tragedi Kanjuruhan Malang.
Puluhan anak itu meninggal saat menyaksikan laga Arema vs Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022 yang berakhir rusuh dan hujan gas air mata oleh aparat keamanan.
Baca Juga: Ini 20 Link Twibbon Maulid 2022 untuk Unggahan Foto Profil Facebook hingga WhatsApp
Laga di Stadion Kanjuruhan Malang itu, menimbulkan 127 korban meninggal, sebanyak 33 di antaranya masih anak-anak. Mulai usia 4 tahun.
Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nahar menyampaikan hal terkait para korban tragedi Kanjuruhan tersebut.
"Tiga puluh tiga anak meninggal dunia (terdiri atas) delapan anak perempuan dan 25 anak laki-laki, dengan usia antara empat tahun sampai 17 tahun," katanya, Senin, 3 Oktober 2022 dilansir dari pikiran-rakyat.com dalam artikel 33 Anak Jadi Korban Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Kementerian PPPA: Usianya Mulai Empat Tahun
Namun terkait jumlah anak yang masih mendapat perawatan di RS, Nahar belum mengetahui datanya secara pasti.
“Kami masih terus melengkapi datanya," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyatakan terus melakukan pemantauan terhadap korban tragedi Kanjuruhan, khususnya korban anak dan perempuan.
"Sudah ada pemantauan dan koordinasi dengan dinas pengampu perempuan dan anak. Alhamdulillah sekarang ini sudah penanganan yang sangat baik dilakukan Gubernur (Jawa Timur -red),"ujarnya.
Menteri Sosial Tri Rismaharini pun akan memberikan bantuan untuk korban luka-luka dan mendukung kelangsungan hidup keluarga korban yang ditinggal meninggal dunia.
Bentuk dukungan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing korban.
"Terutama yang ditinggalkan bapak yang selama ini mencari nafkah, kita tangani khusus sosial," ujar Risma.***

Share this article
Tragedi Kanjuruhan dalam laga Arema vs Persebaya menimbulkan 127 korban jiwa, sebanyak 33 diantaranya anak. berikut usianya