AYOJAKARTA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah mengusut dugaan adanya mark up pada proyek kereta cepat atau Whoosh.
Dugaan mark up proyek Whoosh ini sudah masuk dalam tahap penyelidikan oleh KPK.
Cukup mengejutkan, KPK mengungkap bahwa sebenarnya penyelidikan ini sudah dilakukan sejak awal tahun.
Penyelidikan dugaan mark up oleh KPK ini berjalan senyap.
Baca Juga: Terpantau 20 RT Banjir di DKI Jakarta, Pasukan Oranye Hadir Bersihkan Sisa Genangan Air
Saat ini KPK masih terus menggali informasi dan bukti-bukti untuk mengungkap perkara ini.
Lantas apakah ada kemungkinan KPK akan memanggil Mahfud MD dan Luhut Binsar Pandjaitan?
Seperti diketahui, sebelumnya Mahfud MD sempat membahas dugaan adanya mark up proyek Whoosh ini melalui kanal YouTube Mahfud MD Official.
Dalam keterangannya, Mahfud mengatakan ia mendapat sumber utama dari tayangan Nusantara TV.
Bahkan, Mahfud sempat diminta KPK untuk membuat laporan terkait kasus ini.
Namun, Mahfud menolak dan mengatakan jika seharusnya KPK bisa langsung bertindak saat mendengar adanya kasus ini.
Kendati demikian, Mahfud mengaku siap datang jika dipanggil KPK untuk memberikan keterangan.
Sedangkan Luhut Binsar Pandjaitan saat itu ia ditunjuk sebagai Ketua Komite Kereta Cepat atau Whoosh Jakarta-Bandung.
Baca Juga: Spesifikasi Laptop Acer Nitro V 15: Harga Belasan Juta, Tapi Performa Jauh dari kata Murah
Luhut juga sempat mengatakan bahwa proyek Whoosh ini sudah bermasalah sejak awal.
Terkait apakah Mahfud dan Luhut dimintai keterangan, KPK mengatakan pihaknya lebih dulu akan melihat kebutuhan penyelidikan.
Di sisi lain, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan bahwa rencana pemanggilan saksi terkait proyek Whoosh ini masih ditelaah oleh internal.
Sebagai informasi, total investasi proyek ini mencapai sekitar Rp120,38 triliun.
Sebanyak 75 persen pendanaan berasal dari China Development bank (CBD) yang memberikan pinjaman berbunga sebesar 2 persen per tahun.***