AYOJAKARTA.COM - Ompreng wadah menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.
Ditemukan ompreng yang diduga dipalsukan labelnya made in China menjadi made in Indonesia alias Standar Nasional Indonesia (SNI).
Ompreng tersebut ditemukan polisi di ruko yang ada di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Baca Juga: Apa Itu QRIS Tap? Ini Bedanya dengan QRIS Konvensional
Terkait dugaan pemalsuan label ini, Polres Metro Jakarta Utara gerak cepat untuk melakukan penyelidikan.
Polisi mengaku jika informasi tersebut mereka dapat dari aduan masyarakat terkait dugaan perdagangan ilegal dengan penggunaan label SNI palsu atau logo halal yang diduga tidak sesuai ketentuan.
Polisi pun telah meminta keterangan dari pihak ruko dan diinformasikan ompreng tersebut akan digunakan untuk keperluan MGB.
Sebelumnya, ompreng untuk menu MBG ini juga sempat disorot.
Baca Juga: Cara Menggunakan QRIS Tap untuk Pembayaran KRL, MRT, Transjakarta, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek
Saat itu diduga bahwa bahan pembuatan ompreng yang diimpor dari China ini mengandung minyak babi.
Dugaan ini pernah diungkap oleh artikel investigatif berjudul "From Chaoshan to Classrooms: Illegal Imports, Health Hazards, and Halal Concerns" yang dipublikasikan Indonesia Business Post, pada Senin, (25/8/2025).
Dalam artikel itu disebutkan bahwa minyak babi diduga digunakan sebagai bahan campuran pelumas industri saat proses pembuatan ompreng stainless steel tersebut.
Kendati demikian saat dilakukan uji secara ilmiah di laboratorium independen menunjukkan hasil tidak ada indikasi nampan MBG mengandung bahan yang tidak halal.***