AYOJAKARTA.COM - Pemerintah melalui Kementerian Sosial saat ini tengah mempersiapkan program makan bergizi gratis (MBG) untuk lansia dan disabilitas.
MBG untuk lansia dan disabilitas ini rencananya akan dimulai pada tahun 2026.
Program ini adalah perluasan dari berbagai upaya peningkatan kesejahteraan sosial yang sudah berjalan sebelumnya.
Nantinya MBG ini akan diberikan sebanyak dua kali sehari kepada 100 ribu lansia dan 30 ribu disabilitas.
Baca Juga: Diklaim Bahan Bakar Generasi Baru, Apa Bedanya Bobibos dengan Etanol?
Namun jika mengacu pada pengalaman sebelumnya, banyak siswa-siswa yang mengalami keracunan karena program ini.
Situasi ini tentunya perlu dicegah sejak awal jika akan diperluas kepada lansia dan disabilitas.
Rencana ini pun menarik perhatian ahli epidemiologi serta peneliti keamanan dan ketahanan kesehatan Global Health Security Dicky Budiman.
Dicky mengatakan bahwa pentingnya standar keamanan pangan menyeluruh untuk MBG lansia dan disabilitas.
Standar keamanan pangan ini dimulai penerapan preventive food safety system, sertifikasi dapur, pemasok, juga kontrol rantai dingin dan protokol distribusi yang aman.
Selain itu, mekanisme distribusi makanan harus mempertimbangkan perlindungan suhu.
Program MBG ini perlu menggunakan wadah insulated atau cool box untuk menjaga keamanan pangan.
Sementara itu, untuk menjamin keamanan makanan, dapur yang terlibat wajib untuk tersertifikasi.
Pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi kebersihan, standar alat, SOP produksi, dan kemampuan menerapkan titik kontrol kritis yakni seperti temperatur memasak minimum, pendinginan cepat hingga 4°C, pemanasan ulang minimal 75°C, penggunaan sarung tangan, cuci tangan, dan termometer makanan.
Demi menambah keamanan pemerintah perlu memastikan hanya pemasok bersertifikat yang masuk dalam penyedia bahan makanan.
Dicky juga menyarankan agar program ini sebaiknya iduji coba lebih dulu.
Uji coba ini perlu dilakukan untuk efektivitas, keamanan, pengawasan, serta kesiapan manajemen risiko agar pemerintah bisa melakukan evaluasi.
Pemerintah sendiri juga menyiapkan sistem pengamanan berlapis, termasuk:
- Audit rutin penyedia katering dan dapur umum
- Pemantauan kualitas makanan sebelum distribusi
- Sistem pelacakan distribusi berbasis digital
- Pengawasan langsung oleh petugas lapangan dan relawan
- Pengaduan masyarakat dengan respons cepat
Diharapakan, dengan sistem pengamanan ketat ini program MBG untuk lansia dan disabilitas dapat memberi manfaat dan memberi kebutuhkan dukungan gizi harian.
Program ini tak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tapi juga sebagai upaya menjaga kesehatan kelompok rentan agar tetap produktif dan memiliki kualitas hidup lebih baik.***