AYOJAKARTA.COM - Ramai jadi sorotan di media sosial, hal ini berkenaan dengan gaji para pekerja MBG yang belum dibayarkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dikutip ayojakarta.com dari situs BGN, dalam keterangan resminya BGN menegaskan bahwa isu yang muncul bukan disebabkan oleh tidak adanya ketersediaan anggaran, melainkan murni persoalan teknis administratif yang saat ini sedang diselesaikan secara intensif.
Baca Juga: Kabar Terbaru Bansos PKH Tahap 4 Mulai Masuk, Pendamping Sosial Beberkan Penyebab Bantuan Belum Cair
Dalam menjaga lingkungan sekolah, sejumlah petugas terlihat menjadi bagian dari program ini.
Setidaknya terdapat 30.000 SPPI, serta petugas Akuntan (AK) dan Ahli Gizi (AG) yang jumlahnya menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
Volume data dan proses administrasi dalam jumlah tersebut menjadi salah satu faktor teknis yang memerlukan penyesuaian dan sinkronisasi ulang.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa proses penyesuaian administrasi masih berlangsung, khususnya untuk SPPI Batch III yang belum berstatus PPPK, serta sebagian petugas AG dan AK.
Sementara itu, untuk SPPI Batch I dan II yang sudah berstatus PPPK, pembayaran gaji tidak mengalami hambatan.
“Ini murni masalah teknis administratif. Jumlah petugas yang harus kami verifikasi sangat besar dan beberapa di antaranya membutuhkan penyesuaian status administrasi. Kami memastikan proses ini segera tuntas,” ujar Nanik di Jakarta, Selasa (11/11).
BGN memastikan bahwa seluruh petugas akan menerima haknya secara penuh.
Baca Juga: Rayakan HKN 2025, BRI Peduli Salurkan 200 Ambulans di Tahun Ini
Pembayaran gaji yang belum terproses dalam beberapa minggu terakhir akan dirapel dan diprioritaskan penyelesaiannya pada minggu ini..
Sebagai bentuk transparansi dan respons cepat, BGN juga menggelar pertemuan teknis untuk memfinalisasi langkah korektif dan percepatan pembayaran.***
Share this article
Gaji Petugas MBG belum dibayarkan BGN kini menjadi sorotan