AYOJAKARTA.COM - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin melalui platform x pribadinya membagin informasi mengenai imbauan potensi cuaca ekstrem badai Senyar yang diprediksi melanda wilayah Indonesia bagian timur.
Dikutip ayojakarta.com dari platfom x @EYulihastin, Erma meminta agar warganet untuk ikut membagikan informasi ini sebagai bentuk kewaspadaan sembari memberikan poster imbauan.
"Mohon bantuan netizen yg budiman untuk menyebarkan, sekiranya informasi ini bermanfaat untuk membangun kewaspadaan di daerah-daerah terdampak, khususnya untuk wilayah NTT agar Pemda dan warga memitigasinya dari sejak sekarang," tulisnya pada Kamis, 11 Desember 2025.
Lebih lanjut dalam cuitannya, ia menyebutkan bahwa BRIN sejak tahun 2020 memiliki tools yg dinamakan KAMAJAYA dan telah terbukti handal menangkap pola badai sejak dari 6 bulan sebelumnya, teruji pada kejadian Siklon Tropis Seroja dan Senyar. http://kamajaya.brin.go.id.
Ia pun menyebutkan beberapa lokasi yang berpotensi mendapatkan dampak dari badai Senyar yakni:
- Perairan Timur (Laut Flores – dekat NTT, Kupang, Timor Leste)
Wilayah ini lebih berbahaya karena pola angin menunjukkan zona konvergensi melintasi darat menandakan pertumbuhan awan hujan aktif di atas/sekitar daratan.
Apakah Badai Senyar Berbahaya?
Bibit badai dapat tumbuh cepat menjadi tropical storm atau siklon yang dapat membawa hujan ekstrem, angin kencang berjam-jam, gelombang tinggi, banjir bandang hingga longsor.
Jika badai ini terjadi maka dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur, krisis pangan & air, krisis kesehatan di wilayah terdampak hingga gangguan akses darat & logistik
Prediksi Badai Senyar
- Pertengahan–Akhir Desember (11–20 Desember 2025) bahkan berisiko bisa berlanjut hingga awal Januari 2026
Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek peringatan cuaca dari BMKG, hindari aktivitas di pesisir selatan Jawa dan area laut terbuka, minimalkan kegiatan luar ruang dekat pantai (diving, surfing, camping).***