AYOJAKARTA.COM - BOBIBOS akhirnya mengungkap seperti apa proses pembuatan bahan bakar ramah lingkungan dari jerami di Lembur Pakuan, Jawa Barat.
Tim mengungkap bahwa inovasi ini bukan proyek dadakan atau sekadar eksperimen coba-coba.
BOBIBOS telah melakukan riset bertahun-tahun yang melibatkan ahli kimia, bioteknologi dan pangan.
Memilih bahan baku jerami, sebab Indonesia memiliki lebih dari 11 juta hektare sawah yang selama ini jeraminya dibuang atau dibakar.
"Kami mengubah limbah itu menjadi energi yang bisa dipakai masyarakat dengan harga jauh lebih murah," ujar BOBIBOS melalui akun Isntagramnya.
Lantas seperti apa alur pembuatan BOBIBOS di Lembur Pakuan?
Setelah MoU yang diteken oleh tim dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) BOBIBOS bekerja sangat keras.
Tim lembur pagi hingga malam untuk membuat dua jenis pengolahan jerami hingga menjadi BBM yakni bensin dan solar.
Baca Juga: Sopir Mobil MBG yang Tabrak Siswa dan Guru di SDN 01 Kalibaru Cilincing Ditetapkan jadi Tersangka
"Pertama Bio Manufaktur, di seluas kurang lebih 1000 meter, kami akan menaruh puluhan ton jerami untuk diolah menjadi cairan hidrokarbon," jelas BOBIBOS.
Di sanalah nanti diletakkan 42 toren penampung dan pengolah jerami yang sudah diberikan serum.
Saat launching, tim BOBIBOS akan mengundang awak media dan bisa langsung meliput serta melihat pabrik bio manufkatur tersebut.
Saat ini, tim KDM sendiri telah mengebut proses penggarapan lahan dan pabrik BOBIBOS.
Nantinya saat pabrik sudah siap, BOBIBOS akan mengirim mesin-mesin bio manufaktur ke Lembur Pakuan.
Baca Juga: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Krisis Memori Global? Harga RAM Menggila, Konsumen Menjerit
"Kedua truk transformer, Kuncinya ada di sini. Kami juga tengah bekerja keras menyiapkan mesin-mesin yang bakal kami instal di dalam truk ini," lanjutnya.
Setelah cairan organik yang dihasilkan dari hasil bio manufaktur selesai, akan dibawa dan diolah ke dalam mesin-mesin yang ada di kontainer.
Cairan itu nanti akan melewati lima tahapan mesin sebelum menjadi bensin dan solar.
Dalam truk inilah tim akan 'memasak' dan melakukan sejumlah tahapan kimia yang tentu saja tidak bisa dipublikasi.
BOBIBOS meminta agar semua pihak bisa menghormati intelectual properties kami.
Baca Juga: BNI Raih Predikat The Most Trusted Company di CGPI Award 2025, Tegaskan Komitmen Antikorupsi
Untuk KDM dan rekan-rekan media tetap diperbolehkan masuk untuk melihat prosesnya, namun tidak boleh mengambil gambar atau konten.
Setelah cairan diolah di dalam truk tersebut nantinya bensin dan solar siap dipakai di kendaraan.***