News

Melihat Penampakan Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang, Fasilitas Lengkap Tempat Tidur Kasur hingga Jaringan WiFi

Oleh: Desi Kris Sabtu 03 Jan 2026, 19:40 WIB
Melihat Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah resmi menyiapkan hunian sementara untuk para korban bencana di Aceh Tamiang.

Ada 600 hunian sementara yang sudah siap untuk ditinggali oleh para korban.

Lantas seperti apa penampakan huntara yang disiapkan oleh pemerintah untuk korban bencana di Aceh Tamiang?

Berikut penampakan dan fasilitas hunian sementara dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden:

Baca Juga: Pakar IPB Buka Suara soal Larangan Tanam Sawit di Jabar, Sebut Kebijakan Dedi Mulyadi Tidak Tepat, Ini Alasannya

Tampak setiap unit hunian yang saling menempel dengan sekat tembok.

Di bagian depan rumah memiliki jendela dan pintu.

Terdapat pula tanaman dan kursi-kursi untuk duduk santai di depan rumah.

Hunian ini berukuran 4,5x4,5 meter dan pada bagian atapnya dibuat dengan menggunakan bahan seng.

Baca Juga: Di Tengah Proses Cerai Orang Tuanya, Putri Ridwan Kamil-Atalia Praratya Kunjungi Makam Sang Kakak: Rasanya Menyakitkan...

Menariknya lagi, hunian ini juga sudah difasilitasi jaringan WiFi.

Selain itu, lingkungan huntara dilengkapi dengan taman bermain untuk anak-anak, 14 musala, 14 dapur umum, dan 120 toilet serta kamar mandi.

Rencananya, 600 unit hunian ini akan diserahterimakan pada 8 Januari 2026.

Ini adalah jumlah awal dari rencana pembangunan sekitar 15 ribu hunian di tiga provinsi yang terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Baca Juga: Masuki Tahun 2026, Gubernur Pramono Targetkan Ribuan Pemutihan Ijazah Bagi Warga Jakarta

Dikutip dari presidenri.go.id, hunian ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas penunjang kenyamanan penghuni.

Mulai dari tempat tidur, kipas angin, lemari, serta sambungan listrik untuk mendukung kebutuhan sehari-hari warga.

600 unit rumah ini berlokasi di Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris