AYOJAKARTA.COM - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang mewacanakan terobosan baru dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).
Terobosan baru yang dimaksud adalah memberikan program MBG kepada penerima manfaat dengan konsep prasmanan.
Hal ini direncanakan oleh SPPG Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Gagasan ini disebut-sebut akan menjadi yang pertama di Indonesia dan langsung menuai respons positif dari masyarakat, khususnya warganet di media sosial.
Masyarakat menilai konsep MBG prasmanan memberikan keleluasaan bagi penerima manfaat, terutama siswa, untuk memilih menu sesuai selera dan kebutuhan gizi masing-masing.
Selain itu, sistem ini juga dianggap mampu meminimalkan sisa makanan karena porsi dapat disesuaikan sekaligus menyajikan makanan langsung di sekolah dalam kondisi hangat dan segar.
Kepala SPPG Rampal Celaket, Cakra Midya Dalla Perkasa, mengatakan bahwa MBG prasmanan ini akan membawa perlengkapan langsung ke sekolah termasuk ompreng atau wadah makanan steril.
Makanan juga akan menggunakan sistem pembungkusan khusus guna menjaga kebersihan dan kualitas sajian.
Rencananya, sistem ini akan dilakukan secara bergilir antar sekolah dan tidak setiap hari karena keterbatasan sumber daya manusia.
Tidak hanya dapat meningkatkan kualitas layanan gizi, sistem ini juga diharapkan bida memberikan pengalaman baru bagi siswa serta meningkatkan selera makan dan interaksi sosial di sekolah.
Berikut adalah bentuk dukungan masyarakat di jagad maya terkait rencana sistem prasmanan di Kota Malang:
Baca Juga: Hari Ini Reza Arap dan Teman Lula Lahfah Dipanggil Pihak Kepolisian untuk Dimintai Keterangan!
@macaronicunda***: "Wahhh bagus sih inii, jdi makanan nya bisa lebih fresh."
@rista.fitria***: "Enak gini makanan gak nyisa, bisa ambil yg di mau aja."
@egg***: "Mantap enak begini lebih efisien dan sesuai porsi yg diambil lauk dan nasinya sesuai kemauan siswa."
@dephie_***: "Mekanisme asal ter konsep jgn sampe jam istirahat hbs msh bnyak yg antri, dan prasmanan jg pihak sekolah menyediakan tempat yg cukup utk siswa antri mkn agar cukup waktu tdk sampai melewati jam istirahat , hrs ada pramusajinya utk membagi kl ambil sendiri2 tdk menutup kemungkinan antrian terakir hnya dpt omprengnya."***