News

Tanggapi Rencana Pemerintah Impor 105 Ribu Unit Pikap untuk Koperasi Merah Putih, KSPI Khawatir Bisa Memicu PHK

Oleh: Desi Kris Rabu 25 Feb 2026, 05:09 WIB
Presiden KSPI sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal (Sumber: kspicitu.org)

AYOJAKARTA.COM - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyampaikan kekhawatiran atas rencana pemerintah mengimpor 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Presiden KSPI, Said Iqbal, menyatakan bahwa kebutuhan kendaraan operasional seharusnya dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

Menurutnya, rencana impor mobil pikap ini bisa mengakibatkan output produksi pabrik otomotif dalam negeri menurun, sekaligus memicu pengurangan kontrak kerja hingga PHK.

Baca Juga: Tegas! Pramono akan Cabut Izin Lapangan Padel yang Tak Punya PBG

Said mengatakan bahwa anggota KSPI di produsen mobil datang langsung dan menyampaikan keluhan dari rencana pemerintah tersebut.

"Ada potensi PHK karena output produksi bisa turun akibat impor 105.000 pick up dari India," ujar Said dikutip dari keterangan tertulis.

Lebih lanjut, Said juga mempertanyakan soal rasionalitas kebijakan impor di tengah situasi ketenagakerjaan yang sedang tertekan.

"Di tengah PHK ratusan ribu buruh, tiba-tiba muncul kebijakan yang justru berpotensi menambah PHK di industri otomotif. Ini kebijakan apa? Di mana rasionalitasnya?", katanya tegas.

Baca Juga: Total Lapangan Padel di Jakarta Ada 397, Setengahnya Diduga Tidak Memiliki PBG, Ini Tindakan Tegas Pramono Anung

Said meyakini, jika ratusan ribu mobil itu diproduksi di Indonesia, bisa berdampak pada perpanjangan kontrak buruh yang kini bekerja di pabrik mobil.

Bahkan, menurutnya langkah ini juga bisa membuka lapangan kerja baru di Tanah Air.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris