News

Jadwal Gerhana Bulan Total Malam Ini 3 Maret 2026 di Indonesia, Bisa Saksikan di Live Streaming Bagi Wilayah yang Terhalang Mendung

Oleh: Desi Kris Selasa 03 Mar 2026, 15:48 WIB
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 (Sumber: Instagram @infobmkg)

AYOJAKARTA.COM - Fenomena langit langka kembali menyapa masyarakat Indonesia.

Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa (3/3) malam dan dapat disaksikan di berbagai wilayah di Indonesia.

Peristiwa astronomi ini menjadi momen yang dinantikan karena Bulan akan tampak berwarna merah tembaga saat memasuki fase totalitas.

Masyarakat tidak perlu menggunakan alat khusus untuk melihat fenomena ini.

Baca Juga: Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Terjadi 2 Kali, Polri akan Gelar Operasi Ketupat 2026 Selama 13 Hari

Cukup dengan mata telanjang, gerhana bisa dinikmati selama kondisi cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.

Gerhana Bulan Total ini terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus.

Posisi Bumi ada di tengah sehingga bayangannya sepenuhnya menutupi Bulan.

Saat fase puncak, Bulan tidak benar-benar gelap, tapi akan berubah warna menjadi merah.

Baca Juga: Menkeu Airlangga Bocorkan Pencairan Gaji ke-13 ASN, Beda dengan THR 2026?

Fenomena ini juga kerap disebut sebagai “Blood Moon” atau Bulan Merah.

Warna merah itu muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Dikutip dari laman bmkg.go.id, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan puncak gerhana bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

BMGK mengatakan bahwa di wilayah timur Indonesia punya visibilitas lebih baik karena bisa mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit.

Sedangkan di wilayah barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit.

Baca Juga: LINK Live Streaming Persija vs Borneo FC Super League 2025-2026, Selasa 3 Maret, Kick Off Jam 20.30 WIB

Fenomena ini benar-benar berakhir sepenuhnya pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi.

"Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujar Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Fachri Radjab.

Namun, bagi wilayah yang terhalang mendung masyarakat tetap bisa menyaksikan Gerhana Bulan Total melalui live streaming.

1. https://gerhana.bmkg.go.id/

2. Melalui kanal YouTube Observatorium Bosscha.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris