AYOJAKARTA.COM - Kepolisian Negara Republik Indonesia memprediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dua kali.
Lonjakan pergerakan masyarakat ini terjadi karena dua hari raya keagamaan yang berdekatan yakni Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri.
Prediksi ini disampaikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo.
Dedi mengatakan lonjakan arus mudik pertama diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Maret.
Berikut pemetaan dua waktu krusial arus mudik dan arus balik lebaran:
Arus Mudik
- Gelombang 1: 14-15 Maret
- Gelombang 2: 18-19 Maret
Arus Balik
- Gelombang 1: 25-26 Maret
- Gelombang 2: 28-29 Maret
Baca Juga: Prabowo Subianto akan Undang Mantan Presiden dan Wapres RI ke Istana Malam Ini, Bahas Apa?
Dedi mengatakan jika pola ini dipengaruhi dengan adanya cuti bersama, akhir pekan, dan Hari Raya Nyepi yang membuat sebagian masyarakat menentukan waktu perjalanan berbeda.
Sementara, untuk pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2026 diproyeksikan bisa mencapai 143,9 juta orang.
Lebih lanjut, Dedi mengatakan pihaknya akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari untuk mengantisipasi dua kali puncak arus mudik dan arus balik.
Baca Juga: THR 2026 ASN, TNI, dan Polri Resmi Cair, Pegawai Swasta Kapan?
Akan ada 161.243 personel gabungan yang akan diterjunkan langsung untuk mengamankan 185.608 objek vital, mulai dari masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata.
Polri juga menyediakan 2.746 posko yang terdiri dari 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu.***

Share this article
Prediksi puncak arus mudik dan balik ini disampaikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo.