News

BMKG Ungkap Penyebab Musim Hujan Masih Terjadi, Padahal Sudah Masuk Peralihan Musim Kemarau...

Oleh: Jinan Vania Barizky
Ilustrasi. Hujan Lebat (Sumber: Generative AI)

AYOJAKARTA.COM - Curah hujan yang tinggi akhir-akhir terjadi di wilayah Jabodetabek walaupun sudah memasuki peralihan musim kemarau.

Menanggapi hal ini BMKG mengungkap adanya pemicu dan perubahan waktu dari musim kemarau.

Hal ini disampaikan oleh Prakirawan cuaca BMKG, Wahyu Argo menyebutkan bahwa sebagian wilayah di Indonesia, termasuk sebagian Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur akan memasuki musim kemarau pada periode Mei II-III 2026.

"Sementara itu, curah hujan pada periode Mei hingga Oktober 2026 secara umum diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah," ujar Wahyu dikutip ayojakarta.com pada Selasa, 5 Mei 2026.

Lebih lanjut, Wahyu menyebutkan bahwa hujan lokal tetap berpotensi terjadi walau menuju peralihan musim menuju kemarau.

Ia pun menyebutkan bahwa penyebab masih terjadinya hujan ialah kondisi atmosfer harian yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, dipengaruhi oleh kombinasi faktor atmosfer skala global, regional, dan lokal," lanjutnya.

Beberapa hari terakhir, terpantau adanya aktivitas gangguan atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation atau MJO pada fase 2 yang mendukung peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah barat Indonesia.

Perubahan pola cuaca yang berubah cepat dari panas terik kemudian disusul hujan lebah merupakan hal yang umum terjadi ketika periode peralihan musim.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky