AYOJAKARTA.COM - Produk energi alternatif karya anak bangsa, Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!), kini bersiap untuk memasuki tahap penting dalam proses uji teknis di lingkungan Kementerian ESDM.
Saat ini, persiapan uji teknis bersama Lemigas terus dimatangkan sebagai langkah menuju potensi produksi dan pemanfaatan bahan bakar sebelum dipasarkan di Indonesia.
Tahapan tersebut menjadi perhatian karena dinilai sebagai sinyal positif bahwa inovasi energi lokal ini mulai mendapat ruang untuk diuji secara resmi sesuai standar nasional.
Informasi mengenai persiapan uji teknis ini disampaikan langsung oleh Founder Bobibos, M Ikhlas Thamrin.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @bobibos_, Ikhlas mengatakan kini pihaknya telah mempersiapkan estimasi dari Lemigas berapa jumlah liter kebutuhan yang nanti dijadikan sebagai produksi dan bahan untuk mempersiapkan jeraminya hingga jumlah liter yang dibutuhkan.
"Dari mulai tahaoan uji lab sampai final road test, kita sedang menunggu jumlah estimasinya daripada Lemigas," ujar Ikhlas.
Apakah Bobibos akan memperkuat swasembada BBM di Indonesia?
Terkiat hal ini, Ikhlas yakin bahwa Bobibos pasti akan memperkuat ketahanan BBM di Tanah Air.

"Karena kita sedang mendesain bagaimana seluruh kabupaten dan provinsi di Indonesia memiliki jaringan nasional Bobibos," katanya.
Nantinya, Bobibos akan membagi provinsi sebagai pabrik induk produksi Bobibos.
Sedangkan untuk kabupaten akan dijadikan lokasi pabrik yang memproduksi bioetanol.
"Karena disitu kan (kabupaten) mendekat kepada jerami, sehingga nanti ketika kabupaten mampu memproduksi bioetanol nanti dikirim ke pabrik induk untuk diproses menjadi Bobibos bensin maupun solar sebagai hidrokarbon sintetis," jelasnya.

Apa keunggulan Bobibos dibanding BBM dari fosil?
Lebih lanjutm Ikhlas menjelaskan beberapa keunggulan Bobibos dari BBM fosil yang sudah ada.
Menurutnya, salah satu keunggulan Bobibos ini adalah memiliki bahan baku yang sangat melimpah, yaitu jerami yang pasti ada di semua kabupaten dan seluruh Indonesia.
Ikhlas mengatakan jerami tidak sulit untuk didapatkan di Indonesia.
"Kedua harganya sangat bersaing, saya tegaskan HPP kita bisa di bawah Rp5 ribu untuk memiliki Bobibos bensin setara RON 98 atau pun solar," ungkapnya.

Sedangkan keunggulan yang ketiga adalah bahan bakar ini diklaim rendah emisi dan yang paling utama Bobibos bisa diproduksi di setiap kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia.
Bobibos akan diproduksi berapa banyak khusus di Indonesia saja?
Menurut Ikhlas, soal berapa banyak produksi Bobibos di Indonesia ini tergantung dari kapasitas.
"Kapasitas mesin yang terinstal dan tergantung kapasitas bahan baku yang nanti ada di setiap kabupaten," tegasnya.
Prinsipnya, kata Ikhlas, bagaimana setiap kabupaten di Indonesia dihadirkan sebagai kilang untuk memproduksi Bobibos atau bioetanol.
Hasil produksi tersebut akan dikirim ke pabrik induk di provinsi, sehingga nanti akan terjadi ekosistem jaringan nasional Bobibos.***