AYOJAKARTA.COM - Inovasi bahan bakar sintetis Bobibos kini memasuki tahap krusial di dalam negeri.
Produk asli Indonesia ini sedang bersiap untuk menjalani serangkaian uji coba di Kementerian ESDM.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi pencapaian kedaulatan energi nasional.
Saat ini, tim Bobibos tengah menunggu instruksi teknis dari Lemigas. Estimasi jumlah liter produksi sangat dibutuhkan sebagai acuan kerja utama.
Hal ini mencakup penghitungan kebutuhan bahan baku jerami hingga persiapan fasilitas produksi.
Seluruh persiapan dimulai dari tahap uji laboratorium hingga final road test.
Founder Bobibos, Muhammad Ikhlas Thamrin, menjelaskan bahwa persiapan terus dimatangkan.
Beliau menegaskan bahwa estimasi dari otoritas adalah kunci sebelum memulai produksi massal. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas dan ketepatan jumlah pasokan.
"Ya kita sedang mempersiapkan beberapa hal. Satu, estimasi dari Lemigas. Berapa jumlah liter kebutuhan yang harus produksi. Estimasi ini nantinya akan menjadi bahan acuan untuk kita untuk melakukan sejumlah persiapan, mulai dari jumlah jerami sampai jumlah produksi yang dibutuhkan," ujar Muhammad Ikhlas Thamrin dilansir dari akun Instagram Bobibos.
"Persiapan ini dimulai dari tahap uji lab sampai final road test. Oleh sebab itu, saat ini kita sedang menunggu jumlah estimasi dari Lemigas," sambungnya lagi.
Visi besar Bobibos adalah memperkuat swasembada BBM di seluruh wilayah Indonesia.
Mereka telah merancang sistem jaringan nasional yang terintegrasi hingga tingkat kabupaten.
Dalam desain ini, provinsi akan berfungsi sebagai lokasi pabrik induk atau pabrik produksi utama.
Sementara itu, setiap kabupaten akan memiliki pabrik yang memproduksi bioetanol. Penggunaan jerami sebagai bahan baku utama menjadi keunggulan strategis.
Pabrik di tingkat kabupaten akan mendekatkan proses produksi dengan ketersediaan limbah pertanian tersebut.
Setelah menjadi bioetanol, bahan akan dikirim ke pabrik induk untuk diproses menjadi bensin atau solar sintetis.
Meski antusiasme publik sangat besar, manajemen meminta masyarakat untuk tetap waspada.
Muncul kabar hoaks terkait dokumen Izin Usaha Niaga BBM yang mencatut nama Kementerian ESDM.
Bobibos mengklarifikasi bahwa dokumen tersebut tidak benar. Saat ini, perusahaan masih dalam tahap mengurus izin resmi dan belum menjual produk apa pun kepada publik.
Pemerintah sendiri menyambut baik inovasi energi hijau ini. Namun, segala proses harus mengikuti prosedur demi menjamin keamanan penggunaan di masyarakat.
Dengan potensi produksi mencapai miliaran liter, Bobibos siap menjadi solusi energi murah bagi tanah air.
Kualitas produk ini digadang-gadang setara dengan Pertamax Turbo namun dengan harga yang lebih terjangkau.***
Share this article
Bobibos, bahan bakar sintetis lokal dari jerami, bersiap uji coba di ESDM & Lemigas. Inovasi ini menyasar swasembada energi nasional dengan kualitas setara Pertamax Turbo namun harga tetap terjangkau.