News

Meski Gagal Berlaga di Pilkada Jakarta, Dukungan Suara Pendukung Anies Baswedan Semakin Menjadi Rebutan

Oleh: Karseno AJ Selasa 10 Sep 2024, 14:41 WIB
Usai melewati berbagai macam drama politik, nama Anies Baswedan dipastikan tidak akan muncul dalam kertas suara Pilkada Jakarta.

AYOJAKARTA.COM -- Usai melewati berbagai macam drama politik, nama Anies Baswedan dipastikan tidak akan muncul dalam kertas suara Pilkada Jakarta.

Buntut absennya Anies Baswedan dalam ajang Pilkada Jakarta, membuat gerakan Coblos Tiga Pasangan alias Golput menjadi perbincangan dan menuai berbagai sorotan.

Sempat memperoleh dukungan hingga lebih 50 persen dalam Pilkada Jakarta sebelumnya, suara pendukung Anies Baswedan kini diperebutkan oleh tiga paslon cagub-cawagub.

Baca Juga: Pendukung Serukan Gerakan 'Coblos 3 Paslon' di Pilkada Jakarta 2024, Anies Baswedan Angkat Bicara

Munculnya gerakan Coblos Tiga Pasangan di Pilkada Jakarta 2024, menurut sebagian kalangan merupakan bentuk ekspresi kemarahan dari pendukung Anies.

Menyikapi munculnya fenomena Coblos Tiga Paslon, Agung Baskoro selaku Direktur Eksekutif Trias Politika memberikan pandangan.

Menurut Agung, meski irisan politik Anies cenderung kepada PKS namun historis politik kekinian justru membuat PDIP diuntungkan.

Baca Juga: Pemilih Anies Baswedan Ogah Pilih Ridwan Kamil-Suswono? Begini Kata Juru Bicara

Sebagaimana sempat menjadi sorotan, PKS dan sejumlah partai di Koalisi Perubahan sempat mengusung Anies sebelum akhirnya mendekat ke PDIP.

“Sederhananya, siapa yang mendapat endorse Anies kemungkinan menangnya lebih besar, karena endorse Ahok sudah dipegang oleh Bang Rano,” jelas Agung.

Sehubungan dengan adanya wacana Golput melalui gerakan Coblos Tiga Paslon, cawagub PDIP Rano Karno memberikan tanggapan.

Baca Juga: Menyeruak Isu Coblos 3 Pasangan Pilgub Jakarta 2024 di Pendukung Anies Baswedan, Suswono Sebut Begini

Kepada awak media, Rano menganggap gerakan Coblos Tiga Pasangan yang banyak menjadi perbincangan merupakan suatu fakta politik dalam Pilkada Jakarta.

Sebab jumlah pasangan cagub-cawagub yang akan berlaga di Pilkada Jakarta November mendatang memang berjumlah tiga pasang.

“Ada nomor 1,2, nomor 3, pasti tiga pasang, tinggal pasangan mana yang paling banyak, besok kita beradu,” ungkap Rano.

Karenanya, Rano menyayangkan jika kesempatan bagi warga untuk melakukan perubahan justru sengaja dihilangkan oleh adanya gerakan Golput.

Selain ditanggapi oleh Rano Karno, ekspresi kemarahan para Anak Abah atau pendukung Anies juga disikapi dengan santai oleh Pramono Anung.

Baca Juga: Gagal Maju ke Pilkada Jakarta 2024, Mau Dibawa ke Mana para Pendukungnya? Ini Kata Anies Baswedan

Menurut Pramono Anung, perspektif dan tanggapan warga Jakarta akan mengalami perubahan pada pelaksanaan Pilkada Jakarta November 2024 mendatang.

“Karena Pilgubnya masih tiga bulan lagi, kondisi masyarakat pasti berubah, masa lihat lesung pipit saya tidak tertarik,” kelakar Pram.

Sementara menurut Suswono yang juga merupakan kader PKS, gerakan Coblos Tiga Paslon merupakan indikasi belum mengenalnya masyarakat terhadap calon Kepala Daerahnya.

Baca Juga: Pendukung Anies Baswedan Serukan Gerakan Bertemakan ‘Anak Abah Tusuk Tiga Paslon’, Apa Alasannya?

Meski demikian, Suswono optimis cara pandang warga Jakarta khususnya Anak Abah akan mengalami pergeseran sehingga akan tetap memberikan suaranya dalam Pilkada Jakarta.

“Pak RK sudah punya 70 gagasan besar yang akan ditawarkan untuk memperbaiki Jakarta,” ungkap Suswono.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil