AYOJAKARTA.COM – Masing-masing pasangan calon (paslon) yang akan maju di Pilgub Jakarta 2024 tengah memperebutkan suara pendukung Anies Baswedan, tak terkecuali Ridwan Kamil-Suswono.
Pendukung Anies Baswedan disebut-sebut tak akan memilih Ridwan Kamil-Suswono di Pilgub Jakarta 2024.
Juru Bicara Ridwan Kamil-Suswono, M Kholid mengatakan bahwa berdasarkan survei yang menjadi rujukannya, masih ada kemungkinan orang yang akan memilih paslon dari pihaknya.
Bahkan, Kholid mengklaim jumlah responden yang menyukai Ridwan Kamil bisa dibandingkan dengan Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Baca Juga: Batal Jadi Ketua Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono, Sahroni Cuma Berikan Komentar Pendek, Ini Katanya
“Kalau kita baca kembali survei tersebut yang menarik adalah sekitar lebih dari 80 persen responden menyukai Ridwan Kamil dan ini adalah sebuah capaian yang sangat tinggi sekali dan bahkan bisa dibandingkan dengan Mas Anies dan Pak Ahok. Karena di survei itu kan dibandingkan dengan Mas Anies dan Pak Ahok,” kata M Kholid dikutip ayojakarta.com dari YouTube TV One News pada Selasa (10/9/2024).
Meski begitu, Kholid mengakui bahwa Anies lebih unggul dari sisi elektabilitas karena sukses memimpin Jakarta.
Jika dibandingkan dengan Anies dan Ahok, RK menempati urutan elektabilitas tertinggi ketiga.
Menurutnya, hal tersebut merupakan modal awal yang menjadi akselerasi untuk Pilgub Jakarta.
“Jika dibandingkan dengan Mas Anies dan Pak Ahok, Pak Ridwan Kamil elektabilitasnya nomor tiga. Itu modal yang sangat besar sekali dengan tingkat kesukaan juga sangat tinggi sekitar 80 persen. Saya pikir ini adalah modal awal yang menjadi akselerasi untuk pemilihan di Jakarta ke depan,” ujarnya.
Kholid menceritakan saat mengusung Anies-Sandi dalam Pilgub Jakarta 2017, elektabilitas paslon yang diusungnya berada di urutan terbawah.
Berbekal pengalaman tersebut, Kholid mengklaim pihaknya paham bagaimana perjuangan dari survei rendah menjadi tertinggi.
Artinya, pihaknya paham bagaimana aspirasi dan perasaan dari para pemilih di Jakarta.
Lebih jauh, Kholid menuturkan pembangunan Jakarta ke depan harus fokus pada akselerasi.
Namun, ia menilai hal menarik dari Jakarta adalah warganya yang sangat rasional karena rekam jejak hingga gagasan yang dibawa calon pemimpin akan dicermati dengan baik.
“Jadi mereka akan melihat, pertama rekam jejak, yang kedua adalah apa gagasan yang akan dibawa, yang akan ditawarkan kepada warga Jakarta. Sehingga inilah yang akan menjadi pedoman bagi warga Jakarta akan memilih pemimpinnya ke depan. Kami paham betul bahwa adu gagasan, adu rekam jejak, itu akan menjadi sangat penting,” tutupnya.***

Share this article
Begini kata jubir Ridwan Kamil-Suswono soal pemilih Anies Baswedan yang ogah memilih pasangan Rawon di Pilgub Jakarta.