News

Gempa Megathrust di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu, Ini 2 Wilayah yang Patut Diwaspadai

Oleh: Dyah Arum Ratri Senin 26 Agu 2024, 14:27 WIB
Ilustrasi Gempa Megathrust

AYOJAKARTA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan tentang potensi terjadinya gempa megathrust.

BMKG menghimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa besar tersebut.

Potensi terjadinya megathrust di Indonesia lantaran adanya segmen megathrust di yang sudah lama tak melepaskan energi besar.

Dikutip ayojakarta.com dari Instagram @visitkulonprogo pada Senin (26/8/2024), disebutkan jika segmen yang dimaksud adalah wilayah Mentawai dan Selat Sunda.

Baca Juga: Ancaman Gempa Megathrust Picu Tsunami, Berikut Upaya Mitigasi yang Bisa Dilakukan agar Tetap Aman

Mari ulas lebih dalam mengenai megathrust di wilayah Selat Sunda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gempa.

Megathrust Selat Sunda merupakan salah satu zona megathrust besar yang terdapat di Pulau Jawa.

Dari banyaknya zona megathrust yang terdapat di Indonesia, wilayah ini merupakan salah satu yang sejarahnya belum bisa diketahui secara pasti.

Memang ada hipotesis yang menyebutkan jika gempa yang terjadi tahun 1780 sumbernya dari zona megathrust ini.

Baca Juga: Peneliti BMKG Ungkap Ada 13 Zona Gempa Megathrust yang Sudah Berhasil Diidentifikasi, Ini Daftar Wilayahnya di Indonesia

Akan tetapi bukti deposit tsunami diketahui belum bisa mendukung klaim dari hipotesis tersebut.

Sehingga dengan bukti sejarah yang belum jelas, kemudian digunakan parameter gempa dari PuSGen (2017) dengan kekuatan M8,7.

Selanjutnya untuk ukuran patahan adalah 350x200 km dengan slip 8 meter (Asumsi Rigidity konstan 30 GPa).

Mengingat peran backthrust dalam memperparah tsunami megathrust, maka kemudian backthrust juga diasumsikan patah pada gempa ini.

Baca Juga: Harus Waspada! Ini Fakta tentang Potensi Gempa di Zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut

Patahannya diprediksi dengan dimensi 330x30 km dan slip 3 meter atau setara dengan gempa berkekuatan M7,9.

Meski informasi mengenai gempa megathrust ini sudah banyak berseliweran, namun masyarakat dihimbau untuk tak panik.

Dikarenakan tak ada satu alat atau peneliti pun yang dapat memprediksi secara pasti kapan gempa ini akan terjadi.

Masyarakat juga dihimbau meningkatkan kewaspadaan serta memilih informasi yang bijak dan tak bersifat hoax.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Fathul Amanah