AYOJAKARTA.COM -- Megathrust adalah salah satu zona paling berpotensi menimbulkan gempa bumi besar, khususnya di wilayah Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Zona ini terbentuk akibat bertabrakannya dua lempeng tektonik, yaitu salah satu lempeng menyusup ke bawah lempeng lainnya melalui proses yang disebut subduksi.
Karena proses ini, energi besar terakumulasi dan pada akhirnya dapat terlepas secara tiba-tiba, menimbulkan gempa besar.
Di Indonesia, dua zona megathrust yang paling diwaspadai adalah Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Kedua wilayah ini dikenal memiliki seismic gap, yakni periode waktu panjang sejak gempa besar terakhir terjadi, yang membuat wilayah tersebut menjadi fokus perhatian.
Informasi ini dikutip oleh Ayojakarta.com dari laman Instagram @infobmkg pada Minggu, 25 Agustus 2024.
Zona megathrust adalah area ketika dua lempeng tektonik bertabrakan, dengan salah satunya menyusup ke bawah lempeng lainnya dalam proses yang disebut subduksi.
Baca Juga: Waspada dan Siaga! 3 Imbauan Penting BMKG Terkait Ancaman Gempa Megathrust
Proses ini menyebabkan akumulasi energi besar yang dapat terlepas secara tiba-tiba dalam bentuk gempa besar.
Potensi gempa di zona megathrust harus diwaspadai karena dapat memicu gempa berkekuatan besar yang berpotensi merusak.
Wilayah Selat Sunda mengalami gempa besar terakhir kali pada tahun 1754, sekitar 270 tahun yang lalu.
Sementara itu, Mentawai-Siberut mengalami gempa besar pada tahun 1797, yang terjadi sekitar 227 tahun yang lalu.
Di luar Indonesia, wilayah Tunjaman Nankai, Jepang, juga memiliki seismic gap dengan gempa besar terakhir yang terjadi pada tahun 1946, atau sekitar 78 tahun yang lalu.
Seismic gap ini mengindikasikan bahwa wilayah-wilayah tersebut menyimpan potensi besar untuk terjadinya gempa besar di masa depan.
Zona megathrust di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut harus diperhatikan dengan serius, terutama karena wilayah ini memiliki seismic gap yang panjang.
Selain itu, energi besar yang terakumulasi dalam waktu lama di wilayah ini dapat berpotensi melepaskan gempa besar di masa depan, seperti yang terjadi di Tunjaman Nankai, Jepang.
Oleh karena itu, masyarakat dan pihak berwenang harus tetap waspada dan mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada.
Kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi dan tsunami harus ditingkatkan dengan tetap menjalani aktivitas sehari-hari secara normal, namun selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Informasi yang diberikan BMKG adalah sumber yang cepat dan akurat mengenai potensi bencana yang dapat terjadi, serta langkah-langkah mitigasi yang perlu diambil.
Wilayah yang berpotensi mengalami gempa besar akibat zona megathrust mencakup sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di sekitar Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Potensi ini harus menjadi perhatian serius, terutama bagi pemerintah dan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
Baca Juga: Viral Ancaman dan Potensi Gempa Megathrust, Ini yang Harus Dilakukan apabila Terjadi Tiba-tiba
Pemahaman tentang potensi gempa dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana adalah kunci untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.
Dengan demikian, penting bagi semua pihak untuk memahami potensi gempa di zona megathrust.
Serta mengikuti imbauan dan informasi dari BMKG secara rutin untuk tetap waspada dan siap siaga.

Share this article
Megathrust adalah salah satu zona paling berpotensi menimbulkan gempa bumi besar, khususnya di wilayah Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.