AYOJAKARTA.COM -- Dede, saksi kunci dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon, mengungkapkan pandangannya mengenai somasi yang diajukan oleh Iptu Rudiana.
Dede menegaskan bahwa seluruh keterangan yang ia berikan adalah berdasarkan fakta dan tidak ada rekayasa atau arahan dari pihak mana pun.
Somasi yang diajukan oleh tim kuasa hukum Rudiana, melalui Pitra Romadoni Nasution, menuduh Dede, Dedi Mulyadi, dan Liga Akbar Cahyana terlibat.
Pitra Romadoni Nasution mengungkap bahwa Dede, Dedi Mulyadi, dan Liga Akbar Cahyana terlibat dalam pencemaran nama baik serta penyebaran berita bohong terkait Iptu Rudiana.
Dalam somasi tersebut, ketiga pihak diminta untuk meminta maaf secara terbuka dalam waktu tiga kali 24 jam.
Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, Rudiana berencana melaporkan Dede, Dedi Mulyadi, dan Liga Akbar Cahyana ke pihak berwajib.
Menanggapi tuduhan ini, Dede menegaskan bahwa kesaksiannya selama ini tidak pernah diarahkan atau dipengaruhi oleh siapa pun.
Dede mengungkap bahwa dalam kasus Vina Cirebon ini ia diarahkan untuk memberikan kesaksian yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Ia menjelaskan bahwa Aep dan Rudiana memberikan instruksi khusus mengenai apa yang harus disampaikan dalam kesaksiannya.
“Aep memberi tahu bahwa bilang saja dari segerombolan orang disitu. Pak Rudiana memberi tahu masalah motor sama nama Pak,” ujar Dede dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Selasa, 23 Juli 2024.
Dede juga menyampaikan bahwa rekaman video yang beredar dan diskusi yang terjadi adalah murni dari hasil percakapan langsung tanpa adanya manipulasi.
Apa yang telah ia sampaikan dalam video dan diskusinya dengan Dedi Mulyadi adalah apa adanya.
Terkait dengan permintaan maaf yang diajukan dalam somasi, Dede menyatakan bahwa ia merasa tidak perlu minta maaf.
Kalaupun Dede akan meminta maaf, ia mengatakan tidak akan meminta maaf pada Rudiana.
Melainkan Dede mengatakan akan lebih baik jika dirinya meminta maaf kepada narapidana dan keluarganya.
“Lebih baik saya meminta maaf kepada narapidana dan keluarganya,” pungkas Dede.***