AYOJAKARTA.COM -- PKS (Partai Keadilan Sejahtera) telah mengumumkan Anies Baswedan dan Mohamad Sohibul Iman sebagai pasangan untuk Pemilihan Gubernur atau Pilgub Jakarta.
Namun ternyata hal ini menuai banyak tanggapan dan tawaran dari partai atau koalisi lain karena mereka belum bisa dikatakan memenuhi kuota pencalonan.
Salah satu koalisi yang menawarkan kursi cawagub (calon wakil gubernur) adalah Koalisi Indonesia Maju.
Berikut jawaban Ahmad Syaikhu, presiden PKS, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Jumat, 28 Juni 2024:
Ahmad Syaikhu mengatakan PKS sudah berikhtiar untuk memajukan pasangan Anies Baswedan dan Mohamad Sohibul Iman di Pilgub Jakarta.
Meskipun begitu, ia tahu kalau belum bisa maju ke Pilgub Jakarta karena kursi yang dibutuhkan masih kurang.
“Kami (PKS) sudah berusaha, berikhtiar, untuk membawa Anies dengan pasangan Sohibul Iman. Walaupun tadi memang kita (PKS) berhadapan dengan sebuah realitas bahwa ini belum bisa melangkah karena belum cukup kursinya,” jelasnya.
Ahmad Syaikhu mengatakan kalau ia minta Anies dan juga berusaha agar kursinya bisa cukup dan maju Pilgub Jakarta.
Ahmad Syaikhu menjelaskan kalau memajukan Anies Baswedan dengan Mohamad Sohibul Iman sudah keputusan akhir sehingga tidak menerima tawaran kursi cawagub Pilgub Jakarta dari Koalisi Indonesia Maju.
Baca Juga: PKS Curi Start, PKB Sebut Pencalonan Pilgub Jakarta Anies Baswedan dan Sohibul Iman Blunder
“Ini keputusan terakhir bahwa kita (PKS) mengusung pasangan Anies dan Sohibul Iman,” jelasnya.
Itulah jawaban Ahmad Syaikhu presiden PKS tentang dapat tawaran kursi cawagub untuk Pilgub Jakarta dari Koalisi Indonesia Maju. Semoga bermanfaat!***