AYOJAKARTA.COM -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) fix mengusung Anies Baswedan-Sohibul Iman sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk Pilgub Jakarta 2024.
Meski sudah diusung, ada pihak yang merasa kurang setuju dengan pencalonan Anies Baswedan-Sohibul Iman.
Wakil Sekjen PKB Syaiful Huda mengaku kurang sepakat dengan pencalonan Anies Baswedan-Sohibul Iman untuk Pilgub Jakarta.
Syaiful Huda menilai pencalonan Anies Sohibul Iman untuk maju Pilgub Jakarta 2024 blunder.
Baca Juga: PKS Usung Anies Baswedan dan Sohibul Iman di Pilkada Jakarta, Wasekjen PKB: Blunder
“Yang pertama pengumuman Sohibul Iman saja, dikoreksi dua hari berikutnya oleh Presiden PKS. Itu artinya ada kegamangan, ada komunikasi publiknya yang mungkin dianggap salah dan perlu dikoreksi. Lalu langsung memasangkan antara Anies dan Sohibul Iman. Di mata saya sih blunder,” kata Huda dikutip dari kanal YouTube TV One News pada Kamis 27 Juni 2024.
Menurutnya, apa yang dilakukan PKS berbahaya karena bisa saja membuat calon partai koalisi untuk menutup pintu.
Terlebih, PKS langsung mengusung dua orang sekaligus untuk maju dalam Pilgub Jakarta 2024.
Huda menjelaskan bahwa jika ada partai politik yang mengusung dua orang sekaligus sebagai cagub dan cawagub secara fatsun politik sudah memiliki golden ticket.
“Komunikasi politik seperti ini akan menutup pintu partai-partai lain untuk bisa bermitra dan membangun poros. Kalau ada partai yang mengusung dua sosok sekaligus baik sebagai cagub dan cawagub itu kan secara fatsun politik partai yang sudah mempunyai golden ticket, mempunyai 20 persen,” jelasnya.
Huda mengungkapkan bahwa PKS memang menjadi partai pemenang pada Pemilu Legislatif kemarin.
Akan tetapi, suara yang didapatkan oleh PKS pada Pemilu legislatif belum melampaui 20 persen atau 22 kursi.
Baca Juga: Demi AMAN, PKS Curi Start Usung Anies Baswedan-Sohibul Iman di Pilgub Jakarta 2024 karena Hal Ini
Diketahui, pada Pemilu legistatif kemarin PKS berhasil memiliki 18 kursi.
Sehingga, Huda menilai cara PKB memborong dua tokoh sekaligus untuk maju dalam Pilgub kurang tepat.
“PKS memang menang di Pemilu legislatif kemarin tetapi belum melampaui 20 persen karena baru 18 kursi, sementara 20 persennya 22 kursi. Jadi menurut saya model memborong begini untuk partai yang tidak memenuhi dan tidak punya golden ticket menurut saya bahaya,” pungkasnya.***

Share this article
Wakil Sekjen PKB Syaiful Huda mengaku kurang sepakat dengan pencalonan Anies Baswedan-Sohibul Iman untuk Pilgub Jakarta.