AYOJAKARTA.COM -- Nama Try Sutrisno yang merupakan salah satu anggota Forum Purnawirawan TNI banyak dikaitkan dengan wacana pemakzulan Gibran Rakabuming.
Bersama para mantan petinggi TNI lain, Try Sutrisno melalui Forum Purnawirawan mendesak MPR memberhentikan Gibran Rakabuming sebagai Wapres.
Meski wacana pemakzulan terhadap Gibran Rakabuming sebagai Wapres telah ditanggapi Presiden, nama Try Sutrisno masih belum sepenuhnya lepas dari salah satu penggagas.
Sorotan kepada Wapres di era Orde Baru tersebut kembali mencuat saat menunjukkan sikap mesra bersama dengan Presiden Prabowo Subianto.
Di samping duduk berdampingan, sikap hormat dengan gaya khas militer juga diperlihatkan secara khusus oleh Presiden Prabowo kepada Try Sutrisno.
Menyikapi kemesraan antara Prabowo dengan Try Sutrisno tersebut, Yunarto Wijaya selaku Direktur Eksekutif Charta Politika menilai merupakan hal yang wajar.
Selain karena keduanya merupakan purnawirawan TNI, baik Prabowo maupun Try Sutrisno juga dua sosok yang merupakan bagian dari pelaku sejarah masa lalu.
Sorotan kepada Try Sutrisno dan Prabowo yang membuat publik bertanya, menurut Yunarto terjadi karena adanya narasi pemakzulan terhadap Gibran sebagai Wapres.
“Memberi hormat ini multitafsir, orang bisa saja menganggap bahwa ada ruang aspirasi yang secara khusus diberikan kepada Pak Tri,” ujarnya.
Terlebih karena dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming yang seyogyanya mendampingi Presiden justru tidak terlihat di tempat.
Perspektif lain dan lebih positif yang dapat dimunculkan dari pertemuan tersebut, menurut Yunarto lebih kepada upaya Prabowo meredam narasi pemakzulan.
Baca Juga: Beda Sikap Soal Gibran Sebagai Wapres, Benarkah Persatuan Purnawirawan Tandingan Forum Purnawirawan?
Selain karena aspirasi pemakzulan kepada Gibran bukan datang dari lingkaran Eksekutif, secara konstitusional Presiden juga tidak memiliki hak.
Namun demikian Yunarto menambahkan, aspirasi yang telah disampaikan oleh Forum Purnawirawan TNI tetap perlu mendapat apresiasi.
Keputusan KPU terkait dengan pasangan Prabowo-Gibran sebagai pemenang Pilpres, menurut Yunarto juga tidak dapat diabaikan.
Baca Juga: Prabowo akan Bertemu Forum Purnawirawan TNI, Siap Bahas Wacana Pemakzulan Gibran?
Guna meredam kondisi yang relatif membingungkan tersebut, Yunarto melihat pilihan Presiden tetap bersilaturahmi dengan para purnawirawan perlu mendapat dukungan.
“Beda jika para purnawirawan ini bisa memberikan data-data yang dapat menjadi landasan dari pemakzulan yang lebih konstitusional,” imbuhnya.
Terkait dengan alasan ketidakhadiran Gibran Rakabuming untuk mendampingi Presiden dalam acara Forum Purnawirawan TNI, Ketua Solidaritas Merah-Putih memberi tanggapan.
Menurut Silfester Matutina, alasan Wapres Gibran tidak dapat hadir dalam acara silaturahmi yang digelar oleh Forum Purnawirawan adalah karena kunjungan ke NTT.
“Usulan pemakzulan ini sangat tidak punya nilai bagi bangsa dan hanya merupakan strategi adu domba,” tegasnya.***