News

Jawab Sindiran Gubernur Konten, Dedi Mulyadi Pamer Penghasilan hingga Singgung Anggaran Iklan Pemprov Jabar

Oleh: Asti Aureli Septania Kamis 01 Mei 2025, 18:28 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons sindiran 'Gubernur Konten' yang dilontarkan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud.

AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons sindiran 'Gubernur Konten' yang dilontarkan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, dengan santai dan penuh percaya diri.

Julukan ‘Gubernur Konten’ tersebut dilontarkan oleh Rudy Mas'ud ketika akan memaparkan materi dalam rapat bersama DPR Komisi dan Kementerian dalam Negeri (Kemendagri).

Saat akan memberikan sapaan kepada para Gubernur, Rudy menyapa secara khusus Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Konten'.

Baca Juga: Viral! Usulan Dedi Mulyadi soal KB Pria Vasektomi bagi Penerima Bansos Picu Pro Kontra, Ini Dampak dan Risiko pada Reproduksi

Namun, Dedi Mulyadi menjawab sindiran dari Gubernur Kaltim tersebut dengan memamerkan hasil dari kontennya yang ternyata berdampak terhadap anggaran Pemerintahan Provinsi (Pemprov Jawa Barat).

Dedi mengaku bahwa aktivitasnya membuat konten di YouTube bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga berdampak positif bagi pengelolaan anggaran pemerintah provinsi.

Ia juga menuturkan bahwa berkat hasil kontennya yang viral dan menarik perhatian publik, Pemprov Jabar berhasil bisa menghemat anggaran iklan dari sekitar Rp50 miliar menjadi hanya Rp3 miliar yang tanpa mengurangi efektivitas dalam penyebaran informasi dan promosi pemerintah provinsi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Wajibkan Vasektomi untuk Dapat Bansos? Begini Pandangan Islam!

“Alhamdulillah gara-gara konten saya yang viral, pemprov Jabar bisa menurunkan belanja rutin iklan biasanya, anggaran iklan di Pemprov Jabar untuk kerja sama medianya itu harus mengeluarkan Rp50 miliar sekarang cukup Rp3 miliar,” jelas Dedi Mulyadi.

Sebagai informasi, penghasilan dari kanal YouTube-nya yang diberi nama Kang Dedi Mulyadi Channel, yang sudah memiliki lebih dari 6,8 juta pelanggan ternyata itu bisa menghasilkan pendapatan bulanan yang diperkirakan mencapai Rp 644 juta hingga Rp 10,66 miliar.

Pendapatan ini bahkan jauh melampaui gaji resminya dan tunjangan operasional sebagai gubernur.

Baca Juga: Geger! Dedi Mulyadi Usul Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Warga Dijanjikan Uang Rp500 Ribu

Dengan penghasilan dari konten tersebut, Dedi mampu menggaji sekitar 30 karyawan, beberapa di antaranya menerima gaji hingga Rp 20 juta per bulan.

Ia menegaskan bahwa pembuatan konten bukan hanya soal popularitas, tetapi juga sebagai strategi efektif untuk mengurangi pengeluaran pemerintah tanpa mengorbankan kualitas komunikasi publik.

Singkatnya, Dedi Mulyadi membalik sindiran menjadi prestasi dengan menunjukkan bahwa perannya sebagai 'Gubernur Konten' justru membawa manfaat nyata bagi efisiensi anggaran dan transparansi pemerintahan di Jawa Barat.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil