AYOJAKARTA.COM -- Usulan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menjadikan vasektomi atau KB pria sebagai syarat penerima bansos memicu pro dan kontra di masyarakat.
Kebijakan ini menurut Dedi, bertujuan mengendalikan angka kelahiran dan menekan kemiskinan dengan mengurangi beban finansial keluarga miskin yang memiliki banyak anak, serta menggeser tanggung jawab KB dari perempuan ke pria.
Namun, kebijakan ini justru memicu pro dan kontra di kalangan Masyarakat.
Sebagian masyarakat menganggap kebijakan ini sebagai solusi untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan mengurangi kemiskinan. Terutama di kalangan keluarga miskin yang kesulitan biaya kelahiran dan pendidikan anak.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Wajibkan Vasektomi untuk Dapat Bansos? Begini Pandangan Islam!
Sementara, beberapa pihak menilai kebijakan ini tidak manusiawi dan melanggar prinsip keadilan. Terlebih dari sudut pandang agama Islam yang hanya membolehkan sterilisasi permanen dalam kondisi medis tertentu.
Lantas, apa arti dari vasektomi dan bagaimana dampak dan risiko terhadap reproduksi pria? Berikut ini penjelasan lengkapnya.
Vasektomi umumnya merupakan prosedur KB permanen yang aman dengan risiko komplikasi yang relatif rendah, namun tetap memiliki potensi bahaya dan efek samping yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Geger! Dedi Mulyadi Usul Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Warga Dijanjikan Uang Rp500 Ribu
Dampak dan Risiko Vasektomi terhadap Reproduksi dan Kesehatan
Vasektomi merupakan prosedur medis yang memutus saluran sperma sehingga pria tidak dapat membuahi.
Prosedur ini relatif sederhana dan cepat, tetapi bersifat permanen dan sulit dikembalikan.
Secara medis, vasektomi tidak mempengaruhi produksi hormon pria atau kemampuan ereksi dan ejakulasi, hanya mencegah sperma keluar.
Baca Juga: Disindir Gubernur Kaltim, Dedi Mulyadi Jawab Secara Pedas Soal Julukan 'Gubernur Konten'
Dengan kata lain, prosedur ini hanya mencegah sperma masuk ke air mani tanpa mengubah fungsi seksual.
Namun, prosedur ini harus memerlukan konsultasi dokter untuk meminimalisir risiko komplikasi kecil dan efek samping yang mungkin terjadi.
Usulan ini mendorong pria untuk lebih aktif dalam program KB, yang selama ini lebih banyak dibebankan pada Perempuan.
Perlu dicatat, tidak ada bukti peningkatan risiko kesehatan penyakit yang berat seperti kanker prostat, penyakit jantung, atau penyakit sistemik setelah vasektomi.***

Share this article
Usulan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menjadikan vasektomi atau KB pria sebagai syarat penerima bansos memicu pro dan kontra.