News

Bukti Dugaan Manipulasi Kasus Jessica Wongso Kembali Terungkap, Rismon Sianipar Beberkan Hal Ini

Oleh: Sulistiyaningsih Senin 11 Mar 2024, 14:18 WIB
Rismon Sianipar Bongkar Bukti Dugaan Rekayasa CCTV Kasus Jessica Wongso

AYOJAKARTA.COM – Rismon Sianipar kembali membeberkan bukti rekayasa di balik kasus Jessica Wongso.

Melalui tayangan YouTube Balige Academy, ahli digital forensik yang pernah dihadirkan kuasa hukum Jessica Wongso dalam sidang tahun 2016 kembali membongkar sejumlah bukti ilmiah.

Rismon Sianipar mengatakan bahwa posisi tangan dari Mirna Salihin saat sedang mengambil sedotan dari atas meja dan menaruhnya ke dalam gelas sebelum meminumnya sengaja disembunyikan.

Menurutnya hal tersebut merupakan ulah dari Muhammad Nuh Al Azhar dan Christopher Hariman Rianto dengan cara memanipulasi dan merekayasa CCTV 7.

Baca Juga: Terindikasi Melakukan Tindak Manipulasi Digital di Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Yakin Ada Sosok Penting yang Menyuruh M Nuh Al Azhar

Christopher Hariman Rianto disebut sengaja mengaburkan video dari kamera CCTV 7 secara spasial dengan cara menurunkan resolusi dari 1080P menjadi 960H.

Selain itu, Rismon Sianipar menjelaskan bahwa Christopher Hariman Rianto juga sengaja membuat pergerakan video menjadi putus-putus dengan cara mengurangi laju frame dari 25 frame per detik menjadi 10 frame per detik.

“Secara spasial mengerdil menjadi kabur, terus secara temporal menjadi putus-putus harusnya 25 gambar per detik menjadi cuma 10,” ujarnya dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Balige Academy pada Senin (11/3/2024).

“Untuk memudahkan mereka mengedit membuang sebagian frame, sehingga posisi tangan Mirna Salihin yang seharusnya mengambil sedotan dari atas meja putus-putus terus dipotong sehingga tidak ada kontinuitas tangan Mirna Salihin itu meletakkan sedotan di atas gelas,” sambungnya.

Baca Juga: Sebut Laporan Dumas Tak Ada Gunanya, Rismon Sianipar Desak Otto Hasibuan Segera Lakukan Ini untuk Jessica Wongso

Penurunan laju frame ini sengaja dilakukan untuk mempermudah pengeditan, menurut Rismon Sianipar digunakan untuk menghilangkan tangan Mirna Salihin.

Yakni ketika Mirna Salihin mengambil sedotan dari atas meja ke dalam gelas sebelum meminumnya agar sesuai dengan narasi rekayasa 'sedotan sudah ada di dalam gelas sebelum Mirna Salihin meminumnya’.

“Inilah pekerjaan dari si penipu perekayasa Christopher Hariman Rianto ini, justru event kritis tentang tangan Mirna mengambil sedotan itu dia kaburkan, tidak cukup dia kaburkan tetapi laju frame-nya juga diperkecil menjadi 10,” tambahnya.

Lebih lanjut Rismon Sianipar memberikan himbauan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk memeriksa keterlibatan Krishna Murti yang pada saat itu menjabat sebagai Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya 2016.

Ia juga meminta agar Tito Karnavian turut diperiksa karena saat kasus Jessica Wongso terungkap menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya 2016 agar bisa diketahui siapa yang memerintah Muhammad Nuh Al Azhar dan Christopher Hariman Rianto.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Fathul Amanah