News

Jokowi Tak Pantas Bahas Program Makan Siang Gratis ala Prabowo-Gibran, Rocky Gerung: Itu Melanggar Etika, Kenapa Program Ganjar dan Anies Tidak?

Oleh: Sulistiyaningsih Rabu 28 Feb 2024, 11:08 WIB
Hersubeno Arief dan Rocky Gerung

AYOJAKARTA.COM - Program makan siang gratis dijadikan andalan oleh pasangan capres cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam visi misinya.

Ternyata Kabinet Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga turut membahas program makan siang gratis dalam rapat yang digelar di Istana Negara pada Senin (26/2/2024).

Pengamat politik Rocky Gerung melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official juga turut mengomentari program makan siang gratis.

Baca Juga: Heboh Anggaran Program Makan Siang Gratis Sudah Dibahas di Rapat Kabinet, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Sebaiknya Mulai...

Ia mengatakan bahwa program makan siang gratis sudah dianggap sebagai program presiden meskipun belum dilantik.

Namun sudah dibicarakan di rapat kabinet, menurutnya hal tersebut melanggar etika karena Prabowo-Gibran belum dilantik sebagai presiden dan wakil presiden.

“Program Prabowo itu sudah dianggap sebagai program presiden walaupun dia belum dilantik tapi program makan siangnya sudah dibicarakan,” ujar Rocky Gerung dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Rabu (28/2/2024).

Baca Juga: Rapat Kabinet Presiden Jokowi Malah Bahas Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran, Mahfud MD: Antisipasi Kalau…

“Kan itu melanggar etika, belum dilantik sebagai presiden tetapi program dia kalau jadi presiden dibahas di situ,” sambungnya.

Pengamat politik ini menilai jika Jokowi tidak pantas membahas program makan siang gratis, karena program lainnya dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan tidak juga dibahas.

“Kenapa program yang lain Ganjar dan Anies nggak dibahas. Kan tiga-tiganya sama statusnya,” kata dia.

Baca Juga: Tuai Polemik, Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Diprediksi Defisit APBN 2025, Airlangga Hartarto Tegaskan Hal Ini

Lebih lanjut Rocky Gerung menyatakan bahwa hal yang diinginkan Presiden Joko Widodo tidak mungkin dipenuhi oleh Prabowo Subianto sepenuh-penuhnya.

Maka dari itu menurutnya Jokowi menganggap masih bisa mengendalikan keadaan bahkan disebut mencari perlindungan politik usai lengser dengan menaikkan pangkat Prabowo Subianto.

“Sudah nggak ada gunanya kan memberi pangkat itu kan tertinggi sebetulnya, hadiah tertinggi untuk membujuk menyogok Prabowo kan,” ungkap Rocky Gerung.

“Jadi akhirnya Jokowi keluarin juga hadiah-hadiah terakhir untuk minta tolong supaya diingat-ingat ya pak Prabowo,” sambungnya.

“Justru Prabowo belum dilantik dikasih bintang itu, orang menangkap bahwa Jokowi terus cawe-cawe dong mau mengendalikan Prabowo. Ini kan nanti mau mengendalikan atau bahasa orang Jawa mau memangku Prabowo,” imbuhnya.

Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Prabowo – Gibran Dibahas dalam Rapat Kabinet, Pengamat Analisis Kementerian yang Tepat untuk Tangani

Rocky Gerung menilai bahwa Prabowo Subianto menolak pangkat yang diberikan oleh Presiden Jokowi tidak bisa karena dalam posisi belum menjadi presiden.

Namun di sisi lain juga mulai berpikir bahwa hadiah yang diberikan berlebihan sehingga dan berpikir maksud lain di balik penyematan jenderal dan akan menjadi beban nantinya.***

 

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Desi Kris