AYOJAKARTA.COM -- Paslon capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masih menduduki posisi pertama di Pilpres 2024.
Per hari ini, 27 Februari 2024 pasangan Prabowo dan Gibran memperoleh suara sebanyak 58,84 persen berdasarkan penghitungan sementara yang dilakukan oleh KPU.
Jika tidak ada perubahan suara sampai diumumkan resmi oleh pihak KPU pada 20 Maret 2024, dipastikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menduduki kursi RI 1 dan wakil presiden.
Namun, di saat penghitungan suara masih terus berjalan dan belum diumumkan secara resmi siapa pemenangnya, program yang dicetuskan oleh paslon Prabowo-Gibran terus jadi sorotan.
Salah satu program Prabowo-Gibran yang terus jadi sorotan banyak pihak adalah program makan siang gratis.
Banyak yang menyebut jika program makan siang gratis yang dicetuskan oleh paslon Prabowo-Gibran tersebut masuk rencana penganggaran APBN 2025.
Sehingga diprediksi jika program unggulan Prabowo-Gibran berupa makan siang gratis ini akan defisit APBN 2025.
Bahkan Sri Mulyani juga menuturkan jika target defisit (APBN) akan dinaikkan pada tahun 2025 menjadi maksimal 2,8 persen dari target pada tahun ini yang sebesar 2,29 persen.
Namun meski diprediksi bakal defisit APBN 2025, program prioritas makan siang gratis dari paslon nomor urut 02 ini akan tetap berjalan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai dirinya melakukan rapat kabinet di istana.
Meski pengeluaran negara nantinya akan lebih besar dari pendapatan, namun rupanya program ini tetap akan dilaksanakan.
Menanggapi polemik tersebut, Airlangga Hartarto menyebut pemerintah sudah memprediksi defisit APBN tahun anggaran 2025 sekitar 2,4 hingga 2,8 persen.
“Terkait dengan program kita lihat dengan defisit anggaran yang sekitar 2,4 persen sampai 2,8 persen itu untuk program yang menjadi quick win daripada presiden terpilih nanti atau pemerintah mendatang, itu pos-posnya sudah bisa masuk,” ujar Airlangga Hartarto dikutip dari akun Tiktok @metro_tv pada (27/2/24).
Tak hanya itu, Airlangga Hartarto juga mengaku jika dirinya sudah memegang data calon penerima makan siang gratis.
Hanya saja belum bisa dipastikan secara pasti seberapa besar anggaran yang harus dikeluarkan karena saat ini masih dikaji.
“Kemudian ada prioritas, tentu prioritas itu nanti akan dibahas secara teknis dalam bentuk angka, jadi berapa yang kita siapkan untuk tahap pertama yang terdiri dari balita, kemudian ibu hamil dan juga untuk wilayah tertentu misalnya tahapannya sampai SMP kemudian daerahnya yang stunting tinggi, miskin, angka ini masih di-exercise,” jelasnya.***

Share this article
Diprediksi bakal defisit APBN 2025, program prioritas makan siang gratis dari paslon nomor urut 02 ini akan tetap berjalan.