News

Isu PPP akan Bergabung Koalisi Prabowo, AHY: Penguatan Koalisi Itu Terus Kita Bicarakan

Oleh: Salman Muhammad Ilham Rabu 28 Feb 2024, 08:45 WIB
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan respon terkait isu bergabungnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam koalisi Prabowo-Gibran.

AYOJAKARTA.COM – Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan respon terkait isu bergabungnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam koalisi Prabowo-Gibran.

AHY mengaku bahwa dirinya belum mengetahui isu bergabungnya PPP ke dalam Koalisi Indonesia Maju.

Meskipun begitu, AHY menyerahkan permasalahan ini kepada Prabowo dan menunggu hingga dipanggil untuk membicarakan hal tersebut.

"Kita serahkan kepada Pak Prabowo sebagai pemimpin Koalisi Indonesia Maju, dan tentunya biasanya beliau juga akan mengajak bicara para ketua umum partai politik yang saat ini memang sudah ada dalam koalisi tersebut," ucap AHY, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Rabu, 28 Februari 2024.

AHY juga mengatakan bahwa hingga saat ini Koalisi Indonesia Maju tidak menutup pintu untuk bergabungnya partai lain.

Baca Juga: Rapat Kabinet Presiden Jokowi Malah Bahas Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran, Mahfud MD: Antisipasi Kalau…

“Tentunya kita ingin saling memberikan masukan, yang jelas terkait dengan penguatan koalisi itu memang terus kita bicarakan,” ujar AHY.

Bergabungnya banyak partai dalam koalisi juga menurutnya akan sangat membantu dan menjadi dukungan kuat dalam parlemen.

Penguatan koalisi juga menurutnya sangat bagus bagi pemerintahan dalam mewujudkan berbagai visi misi dan program yang telah direncanakan.

"Ada support yang kuat dari parlemen, karena kita juga berharap kebijakan-kebijakan program-program yang sudah diangkat sebagai janji politik selama masa kampanye oleh pasangan Prabowo-Gibran ini, bisa dikawal dan disukseskan secara bersama-sama," ucapnya

Menurutnya, kinerja pemerintah dan jajarannya dapat semakin baik apabila dilakukan secara bersama-sama.

"Kita ingin itu bisa diwujudkan dengan baik dan ini membutuhkan konsolidasi kekuatan politik baik di pemerintah maupun di parlemen," tuturnya.

Baca Juga: Tuai Polemik, Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Diprediksi Defisit APBN 2025, Airlangga Hartarto Tegaskan Hal Ini

Namun, AHY belum bisa memastikan apakah koalisi Prabowo-Gibran akan menerima PPP untuk bergabung.

"Nanti aja kita bicarakan. Yang jelas saya belum ada kesempatan untuk diajak bicara mengenai hal itu," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno, memberikan sinyal terkait adanya kemungkinan bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sandiaga Uno mengatakan bahwa penunjukan menteri dalam kabinet merupakan hak prerogatif presiden.

Namun jika PPP diajak bergabung, ia siap untuk menjadi salah satu partai yang mendukung pemerintah.

"PPP ini kan partai pendukung pemerintah. Jadi posisi kita ada di pemerintahan. Ada dua menteri, ada satu wamen, ada stafsus presiden. Kita tentunya nanti ada proses yang berlanjut," ucap Sandiaga Uno, Senin, 26 Februari 2024.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Tedi Rukmana