News

Eep Saefulloh Fatah Menilai Kecurangan Pemilu Sudah Jelas terjadi: Tantangan Sekarang Diperlukan Bukti yang Kuat!

Oleh: Salman Muhammad Ilham Senin 26 Feb 2024, 11:57 WIB
Eep Saefullah

AYOJAKARTA.COM - Pakar politik dan konsultan politik Eep Saefulloh Fatah, memberikan tanggapan terkait dugaan adanya kecurangan pemilu yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM).

Eep Saefulloh Fatah menilai bahwa apa yang terjadi saat ini terkait Pemilu 204, memiliki indikasi yang kuat terjadinya kecurangan.

“Menurut saya sekarang ini jika dilihat dari gejala di atas permukaan yang kita sedang saksikan yang kita tonton kita baca dan seterusnya ini jelas TSM,” ucap Eep Saefulloh Fatah, dikutip dari Youtube Bachtiar Nasir, Senin (26/2/2024).

Baca Juga: Eep Saefullah Fatah Ungkap Keterlibatan Presiden Jokowi Menjadikan Pemilu Tahun Ini Terburuk di Sepanjang Reformasi

Menurutnya kecurangan pemilu sudah terlihat jelas terjadi, hanya saja diperlukan bukti yang kuat untuk mampu membuktikan hal tersebut.

“Tetapi yang kemudian diperlukan sekarang adalah tantangan untuk membuat kesimpulan di atas permukaan itu terverifikasi tervalidasi,” ucapnya.

Eep juga mengingatkan kepada partai politik, agar mencari bukti yang kuat jangan sampai terkena Prabowo syndrom.

Baca Juga: Hari Pencoblosan Kian Dekat, Pengamat Politik Eep Saefulloh Nilai Jokowi Pertontonkan Praktik Nepotisme

“Prabowo sindrom itu begini, menolak hasil pemilu, menggugat lewat jalur hukum yang tersedia, tapi enggak punya bukti yang cukup,” jelas Eep.

Prabowo syndrom dikatakan Eep jangan sampai terjadi pada pasangan 01 dan 03, yang saat ini diisukan akan mengajukan hak angket DPR terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024.

“Menunggu pembuktian bahwa mereka memang punya kekuatan yang sama terstrukturnya, yang sama sistematisnya, yang sama masifnya untuk membuktikan TSM itu memang terjadi,” ucap Eep.

Baca Juga: Eep Saefulloh Fatah: Jokowi Sudah Memenuhi Unsur KKN dengan Masifnya Bansos

Keberlangsungan proses pihak 01 dan 03 dalam membuktikan kecurangan pemilu, akan menjadi pembuktian seberapa baik sistem yang dimiliki.

“Dalam demokrasi ini kompetisi yang terbuka, kalau kemudian ternyata 01 03 tidak punya kemampuan untuk itu, maka memang sistem kita bermasalah,” jelasnya.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Desi Kris