News

Harga Beras Melonjak Tinggi! Pemerintah Berikan 2 Bansos Ini untuk Mengantisipasi, Apa Saja?

Oleh: Nuriyah Nofasari Rabu 21 Feb 2024, 10:42 WIB
Ilustasi. Bansos Beras

AYOJAKARTA.COM - Saat ini, kelangkaan beras memicu kenaikan harga bahan pokok masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia tengah merasakan harga beras yang melonjak di tahun 2024. Apa penyebab harga beras menjadi naik di awal tahun ini?

Berdasarkan informasi yang beredar, harga beras melonjak naik baik untuk jenis premium maupun medium.

Baca Juga: Kabar Gembira untuk KPM! Percepatan Pencairan Bansos dan SP2D Makin Luas, Bersiap Terima Undangan BPNT Tahap 2

Pada tanggal 16 Februari 2024, harga kenaikan beras terbaru ini disebut-sebut menjadi rekor tertinggi.

Fenomena kenaikan harga beras ini akhirnya memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah, terhadap kebutuhan dan ketersediaan pangan.

Bersamaan dengan harga beras naik, terdapat sejumlah rumor yang disebut menjadi pemicu melonjaknya harga beras, termasuk akibat inflasi dan bansos yang diberikan pemerintah.

Baca Juga: Harga Beras Naik Tajam, 2 Bansos Ini Antisipasi Kenaikan Harga Beras, Termasuk BLT Mitigasi Risiko Pangan?

Namun, pemerintah menegaskan bahwa sekalipun ada kenaikan harga beras, tidak ada kaitannya dengan bansos yang diberikan kepada masyarakat.

Terlepas dari rumor tersebut, apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama harga beras naik?

Menurut Presiden Jokowi, pemicu utamanya adalah produksi beras yang kurang atau cenderung menurun.

Baca Juga: Ray Rangkuti Duga Pertemuan Jokowi-Paloh Bahas Hak Angket Bansos Pilpres 2024

Berkurangnya intensitas produksi beras dipicu oleh perubahan iklim ekstrem yang menimpa Indonesia sejak pertengahan tahun 2002.

Proses panen beras kerap gagal karena iklim yang bisa berubah secara mendadak. Hal ini mengakibatkan krisis produksi beras, yang berdampak pada kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.

Dikutip AyoJakarta.com dari Youtube Info Bansos, pada Rabu, 21 Februari 2024, pemerintah berupaya mengatasi kenaikan harga beras dengan memberikan bantuan kepada masyarakat.

Ada sekitar 22 juta keluarga yang menerima bantuan beras 10 kg. Selain itu, sebagai antisipasi kenaikan harga, pemerintah juga membagikan bansos untuk menyikapi kondisi perberasan nasional yang sedang mengalami fluktuasi harga.

Program pembagian bantuan pangan beras menjadi salah satu solusi dalam menghadapi situasi tersebut.

Baca Juga: SP2D Bansos Februari 2024 Sudah Turun, Cek Saldo Tambahan Rp750 Ribu untuk KPM BPNT Murni Kategori Ini!

Bantuan tunai juga akan dibagikan kepada keluarga penerima manfaat, yaitu BLT Mitigasi Risiko Pangan sebesar Rp600.000.

Meski rencananya akan cair di awal Februari, namun hingga kini belum ada realisasinya. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan masih menunggu karena bansos pangan yang ada masih berjalan.

BLT Mitigasi Risiko Pangan ini dirancang untuk periode Januari-Maret 2024 dengan nilai bantuan Rp200.000 per bulan.

Baca Juga: Bansos Dituding Political Move, Pakar Keuangan dan Ekonomi: Saya Melihat Belum Dewasa dalam Berdemokrasi

Namun, pemberiannya dijadwalkan diserahkan secara keseluruhan pada Februari 2024. Anggaran untuk BLT Mitigasi Risiko Pangan telah ditetapkan sebesar Rp11,25 triliun.

Pemerintah juga menyiapkan skema penyaluran beras kepada 22 juta lebih KPM, dengan alokasi 10 kg per bulan.

Program ini mulai disalurkan bersamaan dengan janji pemerintah untuk menyalurkan bantuan BLT Mitigasi Risiko Pangan yang direncanakan cair di awal Februari. Namun hingga kini, belum terlihat adanya pencairan.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Desi Kris