AYOJAKARTA.COM -- Kasus kopi sianida yang menyeret nama Jessica Wongso masih menjadi pembicaraan publik.
Saksi ahli Jessica Wongso, Rismon Sianipar menjadi orang yang kini paling sering membongkar rekayasa yang dilakukan dalam persidangan.
Rismon Sianipar bahkan menyebut bahwa ketiga hakim saat persidangan Jessica Wongso buta karena tak dapat melihat rekayasa pada CCTV yang disajikan.
Menurut Rismon, hakim seharusnya lebih cerdas dalam memahami fakta yang disajikan di persidangan.
"Seharusnya mereka sebagai hakim memiliki kecerdasan sedikit lebih untuk memahami fakta yang disajikan," kata Rismon Sianipar dikutip ayojakarta.com dari YouTube Balige Academy, Sabtu 10 Februari 2024.
Rismon mengatakan bahwa CCTV yang dijadikan bahan petimbangang hakim adalah hasil rekayasa dari Muhammad Nuh Al Azhar.
Ia mengatakan bahwa video kabur dan narasi yang dipraktekan Muhammah Nuh Al Azhar dijadikan alat untuk meyakinkan hakim.
"Video yang kabur dan narasi yang dipraktekkan oleh Muhammad Nuh menjadi alat untuk meyakinkan hakim," ucap Rismon.
Rismon kemudian memperlihatkan cuplikan ketika Muhammad Nuh Al Azhar memberikan keterangan soal salah satu video di CCTV.
Pasalnya, video tersebut dianggap penting oleh hakim karena memperlihatkan penggeseran paper bag yang digunakan untuk menutup gelas.
Rismon Sianipar kemudian mengatakan bahwa ketiga hakim di persidangan tersebut buta karena melihat paper bag tersebut belum sejajar.
"Bisa kita lihat di persidangan ketika Muhammad Nuh menerangkan penggeseran paper bag itu di 16.28.40. Ketiga hakim itu benar-benar buta, mereka mengatakan itu belum sejajar," ujar Rismon.
Rismon mengecam bahwa Muhammad Nuh Al Azhar orang yang telah menipu semua rakyat Indonesia.
Ia juga mengungkapkan bahwa sosok Muhammad Nuh Al Azhar telah menipu hakim dan merendahkan derajat wibawa pengadilan.
"Inilah jahatnya Muhammad Nuh Al Azhar yang telah menipu semua rakyat Indonesia, menipu hakim dan merendahkan derajat wibawa pengadilan," ungkap Rismon Sianipar.***