News

Ngaku Berjasa di Kasus Ferdy Sambo, Kebohongan Mahfud MD Dikuliti Martin Simanjuntak: Sangat Disayangkan!

Oleh: Linda Wati Rabu 31 Jan 2024, 13:21 WIB
Martin Simanjuntak

AYOJAKARTA.COMMartin Simanjuntak eks pengacara mendiang Brigadir J mengungkap fakta mengejutkan soal Mahfud MD dalam kasus Ferdy Sambo.

Dalam YouTube Irma Hutabarat-HORAS INANG, Martin Simanjuntak sama-sama memperlihatkan video Mahfud MD yang bernarasikan jika pengacaran Brigadir J dan rombongan lainnya pernah datang menemuinya.

Martin Simanjuntak juga menjelaskan bahwa dalam video itu Mahfud MD menyebut jika rombongan yang membela Brigadir J sampai nangis-nangis dan tidak percaya ada pembunuhan.

Baca Juga: Irma Hutabarat dan Martin Simanjuntak Bongkar Kebohongan Mahfud MD yang Ngaku Berjasa di Kasus Ferdy Sambo

“Kamaruddin Simanjuntak datang kepada saya ditemani Irma Hutabarat dan siapa, keluarganya nangis bahwa kami nggak percaya bahwa ini dibunuh sayapun nggak percaya saya bilang,” kata Mahfud MD seperti yang dikutip dari YouTube Irma Hutabarat.

Mantan pengacara Yosua itu pun mengaku sangat menyayangkan atas pernyataan Mahfud di depan relawannya.

“Saya juga sebenarnya sangat menyayangkan, Mahfud MD mungkin maksudnya menghibur relawan karena kalau di video yang utuh itu ada kata-kata sebelum Pak Mahfud berbicara itu oh ini Pak Mahfud MD orang paling berjasa dalam kasus Josua,” tuturnya.

Baca Juga: Martin Simanjuntak Beberkan Bantuan Hukum untuk Jessica Wongso dari Tim Aliansi Advokat: Secara...

Menurut keterangannya, pertemuan antara Mahfud dan rombongan kala itu hanya untuk berdiskusi santai dan bukan untuk membahas kasus Brigadir J.

Selanjutnya setahu Martin, Menkopolhukam saat itu hanya mengawal kasus Ferdy Sambo berdasarkan intruksi dari Presiden.

Ia juga menyampaikan bahwa yang melaporkan kasus pembunuhan Yosua bukanlah polisi ataupun Mahfud, tetapi pihak keluarga korban.

Baca Juga: Martin Simanjuntak Diminta Bantu Tangani Kasus Jessica Wongso: Saya Tidak Bisa, tapi...

Martin pun merasa bingung mengapa Mahfud disebut yang memindahkan kasus tersebut ke Propam padahal saat itu Menkopolhukam sedang umroh.

“Makanya saya bingung Pak Mahfud lagi di Mekah, Madina kok bisa tiba-tiba dibilang dia yang mindahin ke Propam, tapi ya udahlah kalau emang menurut Pak Mahfud prestasinya nggak apa-apa, tapi jangan lupakan juga pak, bapak kan membantu presiden,” ucapnya.

Sehingga usai melihat video tersebut, ia pun menjadi bertanya-tanya apakah Menkopolhukam sedang lupa ingatan atau sedang mengarang.

“Ketika ada video seperti itu saya sebenarnya sedih tapi ketawa juga ini pak Mahfud lupa ingatan atau ngarang,” kata Martin.***

Reporter Linda Wati
Editor Desi Kris