AYOJAKARTA.COM – Bagi yang sebelumnya mengikuti kasus Ferdy Sambo pasti tidak asing dengan nama Irma Hutabarat dan Martin Simanjuntak.
Irma Hutabarat hadir sebagai aktivis transparansi kasus penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, sementara Martin Simanjuntak merupakan kuasa hukum dari pihak keluarga.
Keduanya kembali buka suara terkait pernyataan cawapres nomor urut 3, Mahfud MD di depan para pendukungnya soal kasus Ferdy Sambo.
Sebelumnya, Mahfud MD menyebut bahwa kuasa hukum, Kamaruddin Simanjuntak datang bersama temannya dan keluarga Brigadir J dikatakan menangis.
“Kamaruddin Simanjuntak datang ditemani Irma Hutabarat bersama keluarga Yosua nangis depan saya, sampai pak tua tuh nanya ke saya Inang pernah nangis, Inang pernah dateng?” ujr Irma Hutabarat, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Irma Hutabarat – HORAS INANG pada Rabu, 31 Januari 2024.
“Lah kan saya datengnya sama abang Martin sama ibu Yulia sama Kamaruddin sama banyak banget ada opung Nelson, lalu juga ada Yohanes Raharjo jadi kita tuh dateng berombongan pada waktu itu,” sambungnya.
Irma Hutabarat mengatakan pernyataan yang disampaikan oleh Mahfud MD di hadapan para pendukungnya adalah berbohong.
“Satu yang dikatakan oleh Mahfud itu adalah bohong, dua Mahfud ngarang soal waktu, tiga tidak ada kedatangan saya bersama Kamaruddin Simanjuntak dan keluarga Joshua menangis-nangis di depannya,” kata dia.
“Lalu juga soal menyatakan bahwa kami tidak percaya soal pembunuhan itu nggak masuk akal, karena kami datang itu tanggal 1 Februari 2023,” lanjutnya.
Irna Hutabarat menilai jika Mahfud MD yang pada saat itu menjabat sebagai Menkopolhukam tengah mengalami kekacauan memori, dan untuk mengambil kredit terkait jasa di kasus Ferdy Sambo terkait pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: Alvin Lim Semprot Mahfud MD Soal Dosa Ibu Lahirkan Anak Tak Berakhlak: Anda Mengutuk Ibu dan Wanita!
“Bisa jadi mungkin ingin mengambil kredit bahwa sebetulnya yang teriak-teriak soal Josua itu adalah Mahfud MD dan itu adalah bohong besar,” ungkapnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Martin Simanjuntak, ia menyayangkan pernyataan yang disampaikan oleh cawapres nomor urut 3.
Menurutnya, Mahfud MD hanya mengawal kasus Ferdy Sambo atas instruksi Presiden Joko Widodo agar kasus tersebut dibuka seterang-terangnya.
“Mungkin Pak Mahfud mau menghibur relawan ya, karena kalau di video yang utuh itu ada kata-kata sebelum Pak Mahfud berbicara tuh oh ini pak Mahfud MD orang yang paling berjasa katanya dalam kasus Joshua. Kalau itu kan ya itu interpretatif ya, kalau ada orang yang menganggap demikian ya silakan,” kata dia.
“Tapi setahu saya Pak Mahfud itu hanya mengawal sesuai dengan instruksi presiden yang empat kali ngomong itu agar kasus itu dibuka seterang-terangnya,” imbuhnya.
Baca Juga: Mahfud MD Ajukan Pertemuan dengan Presiden Jokowi, Ajukan Pengunduran Diri?
Menurutnya, pertemuan yang dimaksud oleh cawapres nomor urut 3 tersebut tidak ada anggota keluarga dari Brigadir J yang turut datang dan tidak ada sesi tangis-tangisan.
“Pak Mahfud pada saat itu justru berbicara begini, waduh kalau case per case gini saya tidak bisa bantu. Karena saya hanya mengawal polisi selesailah itu,” ujar Martin Simanjuntak.
“Saya nanya juga Pak Mahfud Pak itu Richard Eliezer tuntutan 12 tahun bagaimana pak, Pak Mahfud no komen. Boleh ditanya nanti sama Pak Mahfud ya,” sambungnya.***

Share this article
Mahfud MD disebut mengawal kasus Ferdy Sambo atas instruksi Presiden Joko Widodo agar kasus tersebut dibuka seterang-terangnya.